Hujan Deras , Dua Jembatan Putus Satu di Batang Cenaku dan Satu di Batang Gangsal


riaupotenza.com
Jembatan Desa Siambul - Kampung Baru Siambul putus karena hantaman banjir.

INHU (RPZ) -Banjir yang terjadi karena tingginya curah hujan yang mengguyur pada Sabtu 25 Desember 2021 dini hari kemarin tidak hanya mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Batang Cenaku serta putusnya jembatan Desa Pejangki Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saja.

Rupanya hantaman banjir tersebut juga mengakibatkan putusnya jembatan penghubung Desa Siambul - Dusun Kampung Baru Siambul Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Inhu.

Kades Siambul, Zulkarnain melalui Sekdes Siambul, Waryono, Ahad (26/12/2021) membenarkan kejadian putusnya jembatan yang ada di Desanya itu. Diterangkannya, jembatan yang putus di Desa Siambul - Kampung Baru Siambul ini memiliki Volume berupa panjang 15 meter dan rangka besi dengan alas kayu balok dan papan.

Menurut Sekdes, derasnya arus air menyebabkan abrasi dan menggerogoti tiang penyangga jembatan, akibatnya membuat akses warga dari dan keluar desa menjadi terputus.

" Sebagian warga terisolir dan tidak dapat keluar masuk " ucap Waryono.

Jembatan tersebut, lanjut Waryono, merupakan satu satunya akses warga untuk keluar dan masuk Desa, baik menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Waryono juga menerangkan bahwa jembatan tersebut dibangun pada tahun 2016 yang lalu melalui APBD Provinsi Riau dengan konstruksi beton. Namun karena derasnya hujan pada sabtu dini hari tersebut menyebabkan abrasi sehingga jembatan tersebut putus.

" Kami berharap ada solusi dari Pemerintah, karena jalan tersebut juga digunakan warga untuk mengangkut hasil pertanian," pinta Sekdes.

Camat Batang Gangsal,Elinaryon dikonfirmasi terkait kondisi jembatan di Desa Siambul mengatakan, pihaknya pagi itu usai mendengar informasi jembatan ini putus langsung menuju ke lokasi. Diterangkannya,  jembatan ini selain menghubungkan ke Kampung Baru Siambul jembatan juga menghubungkan ke kebun Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) PT Mertua Sinaga.

" Pihak Perusahaan sudah kami ajak koordinasi dan mau untuk membantu membuat jembatan darurat," ungkap Elinaryon.

Di Dusun Kampung Baru Siambul ini, kata Camat, saat ini ada berpenghuni lebih dari seratus Kepala Keluarga (KK) yang terisolir. Mereka hanya bisa keluar melalui jembatan gantung dan jembatan kayu yang dibuat Pemerintah Desa dan warga setempat pada waktu dulu.

" Jembatan kayu dan gantung hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Itupun kondisinya sudah mulai rusak,"  tutup Elinaryon.(har)