Sebaran Covid Meranti Meledak, Kinerja Satgas Tak Terukur


riaupotenza.com
ILISTRASI

MERANTI(RPZ)-Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti sesalkan kinerja Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat, sehingga menyebabkan sebaran kasus yang terjangkit, kian hari kian meningkat tajam. 

Kekecewaan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Hafizan Abbas, Minggu (2/5/21) sore melalui panggilan telpon genggam. 

"Dari informasi terakhir yang saya terima kurang satu kasus, sebaran Covid-19 kepulauan Meranti tembus pada jumlah seratusan. Namun hingga saat ini belum ada rapat intensif membahas masalah tersebut. Apalagi SE yang mengatur tentang takbir keliling dan shalat Idul Fitri yang sebaiknya ditiadakan," ungkapnya. 

Pasalnya diungkapkan Hafizan, dari informasi ia terima, saat ini tidak sedikit pengurus, remaja, mushola dan masjid berkumpul melakukan persiapan untuk mengikuti takbir keliling. 

"Seperti dikutip dari ilmu fikih, jika ibadah sunat yang bakal menimbulkan mudharat. Maka sebaiknya tidak dilaksanakan. Menghindari mudharat dalam hukum fikih itu wajib. Sama halnya dengan takbir keliling dan sholat eid," ujarnya. 

Dengan demikian, ia menegaskan  pemerintah harus cepat dalam mengambil keputusan. "Kalau bisa malam ini SE itu dikeluarkan. Karena sejauh ini, dalam pengamatan saya, penanganan pandemi covid di Kepulauan Meranti sama sekali tidak lagi terukur," ungkapnya. 

Karena, kata dia, sampai saat ini belum ada rapat intensif yang membahas masalah tersebut, mulai dari penuhnya ruang isolasi, hingga urusan paling kecil dalam penegakan prokes. 

Bahkan saat ini tidak ada satgas covid melibatkan DPRd membahas masalah tersebut. Terlebih komisi III. "Beda dengan dulu ketika awal mula pandemi. Kita sering dilibatkan. Sekali lagi saya tegaskan jika penanganan Covid-19 Meranti tidak terukur," ujarnya.

Menanggapi kondisi itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Dr. Kamsol mengaku akan segera membahasnya. 

"Iya ini sudah kami bahas bersama stake holder. Target minggu depan depan hasil keputusan rapat akan dituangkan dalam surat edaran. Sebenarnya kemarin sudah kami bahas, namun ada beberapa kendala sehingga rapat koordinasi harus ditunda," ungkapnya. 

Dari data yang dihimpun, sebaran Covid-19 Kepulauan Meranti, Sabtu (1/5/21) tercatat 99 orang terkonfirmasi terjangkit yang menjalani isolasi daei 351 kasus kumulatif. Sementara itu diketahui 14 orang pasien Covid-19 yang meninggal dunia. (Dam)