Karena Covid-19, Rp6,7 Miliar Dana Alokasi Khusus Bidang Irigasi Tahun 2020 Dihentikan


riaupotenza.com
Kabid SDA PUPR Kuansing, Pebri

KUANSING (Riaupotenza.com) - Wabah pandemik Covid 19 ternyata berimbas pada pembangunan. Diantaranya di  bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kuansing.

Akibat virus tersebut, untuk tahun ini Pemda Kuansing mengalihkan anggaran dibidang SDA senilai Rp6,7 Miliar. Dana ini seharusnya untuk pembangunan irigasi.

''Jadi dana yang Rp6,7 Miliar tersebut rencananya diperuntukan untuk perbaikan sarana irigasi di empat lokasi. Yaiitu Rehabilitasi Jaringan irigasi Pangkalan Indarung, Peningkatan Jaringan Irigasi Tanjung, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Baserah II, dan Rehabilitasi Jaringan irigasi Gunung,'' kata Pedri. 

Pebri menjelaskan, pembatalan pelaksanaan dana alokasi khusus bidang irigasi ini sesuai dengan surat Menteri Keuangan pada bulan Maret lalu. ''Jadi pembatalan ini di berdasarkan surat dari kementrian pusat,'' cetusnya. 

Menurut pemerintah pusat, pembatasan dana alokasi khusus ini disebabkan karena terjadi adanya wabah pandemi Covid 19.

Anggarkan Dana Rp2,8 M untuk Keindahan Air Panas 

Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menggagas pengembangan Objek Wisata Air Panas Desa Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, menjadi destinasi Wisata unggulan Kuansing. 

Objek pariwisata air panas yang terletak di Desa Sungai Pinang Kecamatan Hulu Kuantan akan dikembangkan. Objek wisata ini diharapkan menjadi salah satu wisata unggulan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Sementara itu Kabid SDA Dinas PUPR Pebri menyarankan dalam perbaikan objek wisata Air Panas ini perlu dilakukan duduk bersama antara pihak PUPR bersama dengan konsultan dalam membuat rencangan pembangunan  turap di lokasi ini. 

Karena menurut Pebri, masih ada yang perlu disempurnakan dari rancangan pembangunan yang telah dibuat konsultan. ''Contohnya rancangan turap yang dibuat konsultan tidak memakai tiang pancang. Hemat kami sangat perlu agar turap semakin kokoh,'' sarannya.

Kemudian kata Pebri,  juga perlu dihitung kembali debit mata air kolam air panas untuk mengetahui tekanan hidrostatisnya sehingga diketahui pula berapa banyak kemapuan air sumur panas tersebut mensuplay air ketempat lain seperti ke tempat pemandian nantinya.

''Kita juga perlu melakukan pengecekan terhadap ketinggian level muka air banjir untuk mengetahui dari titik mana ketinggian permukaan sumur yang akan kita bangun,'' saranya kembali. 

Ketika ditanya berapa anggara yang akan dialokasikan untuk bersoleknya objek air panas ini, Pebri menjawab, untuk pagu sekitar Rp2,8 Miliar, dan untuk lahan yang akan dibenahi setelah diukur 0,4 Ha. ''Ini lahan di sekitar air panas tersebut,'' katanya.

Pebri menjelaskan, untuk pelaksanaannya masih belum bisa di pastikan, karena situasi keuangan daerah. Tentu kita sesuaikan dengan kondisi keuangan pemda baru bisa dilaksanakan. 

Pebri menambahkan beberapa minggu yang lalu pihaknya bersama dengan nenek mamak dan perangkat desa Sungai Pinang sudah melakukan peninjauan ke lokasi untuk pembebasan lahan di objek wisata Air Panas tersebut. ''Jadi untuk lahan sudah kita bicarakan,'' ungkap Pebri. Adv/Pedri