Riau Masih Jauh Dari Titik Aman Covid-19


riaupotenza.com

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Kembali bertambah 3 orang kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau menjadi 69 kasus, dengan rincian 35 orang masih dirawat, 28 orang sudah dinyatakan sembuh, 6 orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi saat menggelar konfrensi pers, Jumat (8/5/2020) sore di Posko Gugus tugas Balai Serindit, Pekanbaru. Menurut Indra Yovi, adapun penambahan 3 pasien tersebut yaitu, AS (56) pasien ke-67 yang merupakan warga Kabupaten Indragiri Hulu hasil dari tracking AS (54) pasien pertama di Indragiri Hulu, inisial sama umur berbeda.

Pasien ke-68 laki-laki inisial TS (33) warga Pekanbaru yang kini sudah dirawat di rumah sakit Kota Pekanbaru. Sedangkan Pasien ke-69 inisial Y (39) merupakan warga Kota Pekanbaru, dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru.

"Untuk pasien ke-68 dan ke-69 mempunyai riwayat perjalanan yang sama dengan klaster Sukabumi," katanya.

Lebih juah, Indra Yovi mengatakan Provinsi Riau masih juah dari titik aman untuk penyebaran Covid-19. Karna sampai saat ini penambahan kasus positif di Riau masih meningkat dan hampir setiap hari. Sementara untuk bisa dikatakan aman itu minimal Riau tidak ada penambahan kasus selama tiga minggu berturut-turut.

''Jika dalam waktu 3 minggu berturut turut tidak ada penambahan kasus baru baru Riau bisa di katakan masuk titik aman. Tapi kalau masih ada penambahan belum bisa, meskipun satu dalam satu hari,'' jelasnya.

Peningkatan kasus Covid-19 di Riau, Indra yovi mengatakan bukti masih rendahnya kesadaran dari masyarakat. Hal itu juga dari pengajua sampel atau dari swab baru yang terus masuk ke laboratorium. Untuk itu ia sangat berharap masyarakat Riau bisa memahami ini dan mentaati peraturan yang disampaikan pemerintah. Karena Riau tidak akan bisa mengatasi permasalahan ini jika masyarakat tidak mendukung dengan maksimal.

''Jika kita ingin keadaan kembali normal maka kita harus mentaati apa yang selama ini disampaikan pemerintah, dan harus paham jika ini bukan hanya tugas  pemerintah tapi tugas kita semua,'' ungkapnya. adv