Lima Kedai Kopi Asyik Buat Nongkrong


PEKANBARU (RPZ) -Malam hari apalagi di hari libur, paling nikmat nongkrong di kedai kopi. Kota Bertuah Pekanbaru menawarkan banyak kedai dengan menu kopi yang siap menyuntikkan semangat Anda.

Kedai kopi bukan sekadar tempat menyeruput minuman hangat yang bisa menjaga mata Anda tetap terbuka. Kedai kopi menjadi sarana berkumpul dan bersosialisasi, mulai warga kampung hingga masyarakat urban.

Pekanbaru memiliki banyak kedai kopi untuk menjadi alternatif Anda menghabiskan malam, seperti cafe, kopitiam, serta coffee shop dan lain sebagainya.

Meskipun memiliki sebutan yang berbeda-beda, kedai kopi di Pekanbaru hampir memiliki konsep yang sama. Kedai kopi tidak hanya menyediakan kopi atau minuman saja, terkadang kedai kopi juga menyediakan makanan ringan hingga makanan berat.

Yang peling penting, kedai kopi di Pekanbaru juga dijadikan sebagai tempat bersosialisasi, bersantai, atau menghabiskan waktu luang.

Dari puluhan bahkan ratusan kedai kopi di Pekanbaru, ada beberapa yang cukup menarik dan selalu ramai untuk dikunjungi. Berikut beberapa kedai kopi yang menjadi rekomendasi di Kota Bertuah.

Pertama, Kedai Kopi Kimteng. Kedai kopi ini cukup terkenal dan memiliki banyak cabang di Pekanbaru. Dengan hidangan kopinya yang khas sehingga banyak orang yang datang mengunjunginya. Pelanggannya pun beragam mulai dari remaja, bisnis man, hingga pejabat.

Kimteng juga tidak hanya menyediakan kopi sebagai menunya. Kimteng menyediakan berbagai makanan ringan hingga berat untuk memenuhi permintaan dari pelanggan.

Kedua Krema Koffie yang beralamat di Jalan Rajawali Sukajadi. Krema Koffie menghadirkan konsep kedai kopi sebagai tempat bersosialisasi layaknya di Eropa dengan nama coffee shop. Dengan menggunakan barista yang telaten membuat kopi yang berbahan dasar espresso, Krema mampu membuat pelanggannya datang berulang kali menyeruput kopi disana.

Pemilik Krema Koffie, Herman, mengatakan bahwa usahanya saat ini sudah dua tahun berdiri. Ia menjelaskan bahwa di Eropa, khusunya Italia, coffee shop disana hanya menghidangkan kopi sebagai menunya. Bahkan ada beberapa tempat yang hanya menjual kopi hitam.

'Disinilah seninya, dimana kopi dijadikan sarana bersosialisasi dan bercengkrama dengan sesama penikmatnya,' ujarnya.

Ketiga yakni Erber Coffee yang terletak di Jalan Beringin Gobah. Kedai kop ini masih terhitung baru karena baru jalan dua tahun. Kedai kopi ini awalnya merupakan kegiatan beberapa mahasiswa di salah Universitas di Pekanbaru. Kini dengan semakin majunya tempat usaha mereka, Erber makin dikenal dan tampak ramai dikunjungi oleh pecinta kopi.

Icha, salah seorang barista di Erber Coffee mengatakan bahwa di Erber, interaksi merupakan salah satu hal yang penting. Untuk itu, percakapan antara barista dan konsumen selalu dibangun jika minum kopi di Erber. 'Selain meja-meja, coffee shop biasanya disediakan bar dimana pelanggan bisa saling berinteraksi baik itu dengan sesama maupun dengan barista,' ujarnya.

Yang keempat yang tidak kalah ramai adalah Re Caffe Platinum yang terletak di Jalan Mustika. Re Caffe Platinum merupakan pecahan dari Re Caffe yang selama ini terkenal dengan cappucino cincau.

Re Caffe Platinum telah hadir di Pekanbaru selama tiga tahun dengan fokus kepada produk kopi dan espresso.

Penanggung Jawab Re Caffe Platinum, Jejeng mengatakan bahwa kedai kopinya tidak hanya terkenal dengan kopinya, namun juga berbagam minuman berbahan dasar kopi maupun coklat. Namun Re Caffe tetap mengusung konsep coffee shop dimana hanya menjual kopi dan makanan ringan. 'Disini juga mengedukasi bagaimana minum kopi yang benar,' sebutnya.
Terakhir adalah Bangi Kopitiam yang berada di Jalan Riau. Kopitiam ini merupakan istilah dalam Bahasa Cina yang berarti kedai kopi. Konsep yang digunakan dalam koptiam ini mirip dengan kedai kopi bernuansa mandarin, dimana menyajikan kopi dengan cara tradisional.

Kasir Bangi Kopitiam, Riau, mengatakan bahwa konsep yang digunakan di Bangi Kopitiam ini adalah gabungan modern dan tradisional. Secara desain, interiornya bernuansa modern namun pengolahan makanannya masih tradisional.

'Disini membuat kopi dan juga teh masih menggunakan cara manual yakni ditarik,' ujarnya.

Bangi Kopitiam juga menyediakan beberapa makanan berat bagi pengunjung seperti nasi goreng, kwetiau, mi, dan lainnya.(abe)