2017, Plastik Daur Ulang Dilarang Beredar


PEKANBARU (RPZ) - Pemko Pekanbaru sudah belajar dari Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan dalam penerapan larangan plastik berbahaya. Sejak 1 Juli 2016 Daerah tersebut sudah menerapkannya plastik daur ulang dilarang beredar.

"Makanya berdasarkan hal tersebut, Tahun 2017, Pemko Pekanbaru akan menerapkan hal yang serupa. Pasalnya, penerapan kantong plastik berbayar dinali tidak efektif untuk pengurangan kantong plastik berbahaya di tengah masyarakat," ujar Kabid Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, Kamis (15/9).

Dikatakan Irba, dari studi banding dilakukannya ke Banjarmasin dalam Rapat Koordinasi Nasional bersama daerah lainnya untuk mengadopsi penerapan larangan kantong plastik berbahaya tersebut. Seperti plastik daur ulang karena plastik ini tidak bersenyawa dengan tanah hingga 100 tahun. Apalagi tidak semua plastik tidak berbahaya seperti plasti berwarna bening.

"Saat ini tengah menunggu contoh perwako dari Kota Banjarmasin, terkait larangan plastik berbahaya tersebut. Kita terapkan juga di Pekanbaru. Saat ini kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap larangan plastik berbahaya itu,"ungkap Irba.

Seharusnya kata Irba, Pekanbaru bisa menerapkan pelarangan kantong plastik berbahaya lebih bagus dibandingkan kota Banjarmasin. Sebab, Kota Pekanbaru lebih luas wilayahnya dibandingkan Kota Banjarmasin.

"Kota Banjarmasin saja bisa kenapa kita tidak,"sebutnya.
Ia juga menyebutkan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik berbahaya harus dari pabrik, bukan penggunanya. "Jika pabriknya masih berproduksi tetap sia-sia untuk mengurangi plastik berbayar. Coba pabriknya ditutup dan beroperasisebagai pembuat tas seperti di Banjarmasin, pasti lebih baik lagi," jelasnya.

Pihaknya juga menyebutkan, larangan penggunaan plastik berbahaya di Pekanbaru akan dilakukan secara bertahap. Di tahun 2017 akan di terapkan di usaha ritel, tahun 2018 akan diterapkan di pusat perbelanjaan dan tahun 2019 pasar tradisional.

Dirinya berharap masyarakat lebih bijak lagi dalam menggunakan plastik terasebut, setelah ada larangan penggunaan plastik berbahaya. "Gunakanlah plastik yang ramah lingkungan seperti plastik bening, tas kain dan paper bag,"pungkasnya. (rpg)