Nyantai,Mancing Semua Ada di Danau Kajuwid


riaupotenza.com
menggambarkan tentang kondisi Danau Kajuwid di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam

PELALAWAN (RPZ) -‘’Kalau menurut aku enak lah bang, tempat nyantai dan makan-makan di situ, bawa keluarga bang,’’. Begitulah ungkap Nas Anaez (35) salah seorang pengunjung yang menggambarkan tentang kondisi Danau Kajuwid di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam yang didatanginya bersama keluarga beberapa hari lalu.

‘’Buat gazebo, di sekeliling danau tu bang, lebih mantap lagi. Sehingga bisa nyantai menurut selera awak,’’imbuhnya berharap ada penambahan lokasi gazebo di sekiling danau seluas 22 hektar tersebut.

Danau Kajuwid merupakan salah satu destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten Pelalawan yang layak di kunjungi. Kendati baru dikenal beberapa tahun terakhir, pada hari-hari libur, Danau Kajuwid yang hampir berdamping dengan aliran Sungai Kampar dan bisa ditempuh lebih kurang 30 menit menggunakan kendaraan darat ini dikunjungi ribuan orang.

Ternyata di danau yang tahun ini di pusatkan sebagai lokasi HUT Satpol PP Provinsi Riau itu, tak hanya menawarkan pemandangan yang indah. Tapi juga menyediakan berbagai fasilitas wahanan hiburan. Meski masih terbatas.

Tak kalah menarik lagi, bagi mania mancing lokasi danau yang bisa ditempuh dari Pekanbaru lebih kurang 1,30 menit itu juga menawarkan berbagai jenis ikan air tawar. Untung mancing, tak ada dipungut bayaran. Pengunjung bebas memilih hotspot yang dikehendaki. Asyik bersama keluarga di bawah rerimbunan pohon yang pohon yang berjejer di sekeliling danau.

‘’Di Danau Kajuit (logat setempat,red) juga bisa berwisata mancing. Ikan yang banyak ikan Pantau, Motan, Kalui (gurami) Selais Toman, Baung beragam jenis ikan lainnya,’’kata Camat Langgam Sugeng Wiharyadi,S.Sos.

‘’Untuk restoking, sudah puluhan ribu pula ikan Baung sudah dimasukkan ke danau oleh Pak Bupati,’’lanjut Sugeng terkait keberadaan ikan yang bisa dipancing tanpa biaya di danau Kajuwid tersebut.

Selain bisa dikelilingi menggunakan sepedamotor, Danau Kajuwid yang memiliki pesona matahari terbenam yang sangat indah juga memiliki wahanan permainan. Bahkan, dengan mobil pun pengunjung bisa menikmati keindahan sekeliling danau.

‘’Mobil bisa keliling danau dan masuk ke pulau,’’paparnya.

‘’Kalau untuk wahanan permainan ya ada biayanya,’’sebut Camat Sugeng sambil menyebutkan permainan yang tersedia antara lain banana boat, flying fish, speed boat keliling, bebek bebek dayung.

Untuk bebek dayung sambung Sugeng, pengunjung harus mengeluarkan ongkos per bebek Rp 20 ribu untuk 1 jam permainan, banana boat Rp 30 ribu perorang untuk 2 kali putaran danau, flying fish Rp 50 ribu per orang untuk 2 kali putaran danau, speed boat Rp 15 ribu perorang juga untuk 2 kali putaran danau.

Masih menurut Camat, di danau Kajuwid bakal ada wahana untuk uji adrenalin pengunjung. ‘’Sekarang sedang dirancang flying fox dari seberang sini ke pulau. Ini tentunya menjadi wahanan yang sangat menarik bagi pengunjung untuk uji nyali,’’ujarnya seraya menambahkan di sekitar danau akan ditanam pohon buah-buahan dan juga sudah disediakan mushalla bagi pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah sholat pada waktunya.

‘’Silakan datang Danau Kajuwid, bawalah keluarga, sekali datang in syaa Allah kembali lagi,’’ajak Camat.

Senada dengan Camat, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabpaten Pelalawan H Zulkifli,S.Ag,M.Si membeberkan tentang objek wisata baru, Danau Kajuwid di Langgam. Danau ini sebelumnya merupakan milik bersama masyarakat adat. Awalnya di danau ini dilarang menangkap ikan dalam bentuk apapun. Karena, sekali setahun akan digelar acara adat menangkap ikan bersama.

Namun seiring waktu berjalan. Atas lobi Bupati HM Harris, jadilah danau ini menjadi danau yang menjadi lokasi tujuan wisata, lokal hingga mancanegara.

‘’Tahun ini, in syaa Allah ada program penataan di Danau Kajuwid. Diantaranya pembangunan gazebo dan bangku-bangku dan yang lainnya,’’jelas Zulkifli menjawab media ini terkait upaya melengkapi kemolekan Danau Kajuwid tersebut.

Selain itu, sepekan lalu sebut Kadisparbudpora Pelalawan ini, 11 utusan pemuda dari 11 negara juga berkunjungi ke Danau Kajuwid. Diantaranya pemuda dari Republik Ceko, India, Lebanon, Spanyol, Malaysia, Netherland, Philipina, Vietnam, Nepal, Myanmar, Puerto Rico.

‘’Mereka tergabung dalam event Man of the year tahun 2016, yaitu sosok lelaki Masterly, Mindfull, Manly, Masculin dan modern yang akan menjadi role model bagi pemuda dunia yang akan memperkenalkan Indonesia baik dibidang pariwisata dan lainnya. Kita merasa terhormat atas kedatangan mereka yang berbagai latar belakang, mudah-mudahan Pelalawan semakin menyapa Indonesia dan dunia,’’kata Bupati HM Harris saat menerima kunjungan pemuda antar Negara dunia waktu itu.

Disebut Zulkifli, potensi pariwisata terus digali Pemprov Riau melalui kabupaten/kota yang ada. Untuk wilayah Pelalawan, akan dikembangkan wisata Danau Kajuwid. Saat ini, prasasti sudah ditandatangani Gubernur Riau dan 2017 nanti infrastruktur menuju lokasi akan dibenahi Pemprov Riau.

‘’Prasasti Danau Kajuwid sudah ditandatangani oleh Gubri Arsyad Juliandi Rachman (waktu itu masih Plt Gubri,red). Selain sudah di prasastikan, Danau Kajuwid juga sudah diagendakan Pemprov Riau untuk program pengembangan ikon wisata di Kabupaten Pelalawan,’’bebernya.

Katanya lagi, bahwa dalam pengembang wisata tersebut, Pemprov Riau akan menganggarkan pengembangan wisata Danau Kajuwid pada tahun 2017 mendatang. Dimana di kawasan sekitar danau Kajuwid ini nantinya, ada beberapa zona seperti zona memancing, zona permainan, education dan taman keluarga. ‘’Pemkab berharap dengan adanya ikon wisata baru di Pelalawan berupa Danau Kajuwid ini, dapat menambah koleksi wisata di Kabupaten Pelalawan dan Propinsi Riau pada umumnya,’’ucap Zulkifli sambil menyebutkan, Pemprov Riau dan Pemkab Pelalawan akan mengembangkan potensi wisata Danau Kajuwid terutama sekali soal infrastruktur. Pertama yang harus dipenuhi adalah sarana dan prasarana wisata Danau Kajuwid. Contohnya pembangunan tangga naik dan tangga turun, turap dan sebagainya.

‘’Untuk itu, maka kita akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Riau agar pengembangan wisata Danau Kajuwid di Negeri Seiya Sekata ini dapat segera terlaksana,’’harapnya.

Zulkifli mengatakan, nama Danau Kajuwid diambil dari nama pohon yakni pohon Kaduik yang tumbuh di bantaran danau. Pohon ini bila sudah matang dan jatuh ke danau, akan menjadi makanan ikan dimana pertanda air akan menjadi dalam.

Jadi sebutan warga sekitar dengan dialeg mereka, maka nama danau ini sebetulnya Danau Kajuwid bukan Kajwik, Tajuwid atau Kajuwik.PPG