Panwaslu Plin-plan, Masalah Serius


PEKANBARU (RPZ) - Masalah salah krim sms yang dilakukan panitia seleksi Panwaslu Kota Pekanbaru terkait kelulusan calon Panwascam beberapa waktu lalu dinilai sebagai masalah etika paling serius yang harus masuk ranah etik penyelenggara Pemilu.

Mantan pimpinan Panwaslu Kota Pekanbaru 2011-2012, Ir Dendy Gustiawan mengaku kaget dengan pernyataan pimpinan Panwas Pekanbaru terkait klarifikasi salah kirim sms tersebut. "Ini masalah serius, dan masyarakat harus mengawasi laporan yang katanya diteruskan Bawaslu Riau ke DKPP di Jakarta ini. Sebab, ini preseden buruk sebagai penyelenggara yang bicaranya bisa menjadi fatwa oleh masyarakat, apalagi situasi saat-saat kelulusan begini," cetus Dendy, kemarin.

Banyak masalah yang diduga dilakukan Bawaslu. Mulai sejak pembuatan soal yang terkesan intervensi sangat terbuka lewat pernyataan pimpinan Panwas kota sendiri. "Jelas ini seleki untuk tingkat kecamatan, tentu harus dilakukan tingkat kabupaten dan kota. Terlepas disitu ada peran provinsi, setidaknya itu menjadi rahasia negera. Penyelenggara tidak seenaknya bicara terbuka di publik, apalagi didepan calon Panwascam," Dendy dengan kritis.

Perjalanan Panwas mengawal demokrasi di Pilkada Pekanbaru 2017 masih panjang. Untuk itu, pihak juga bertekad sebagai bagian dari masyarakat Pekanbaru akan terus mengawal masalah ini hingga tuntas.(btr)