Dewan Minta PLN Evaluasi Kinerja P2TL


riaupotenza.com
Ilustrasi

PEKANBARU KOTA (RPZ)-Pasca diputuskanya aliran listrik di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) beberapa waktu lalu oleh PLN, hal ini turut menjadi sorotan anggota DPRD Riau.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel SH menegaskan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Pekanbaru tidak melakukan tindakan semena-mena. “Harusnya P2TL menggunakan protap yang benar dengan memberikan peringatan terlebih dahulu dalam melakukan penertiban. PLN jangan hanya masuk ke rumah orang kemudian mempereteli, mencabut meteran, dan MCB listrik seenaknya saja,” terangnya.

Politisi Golkar ini menegaskan perlu adanya evaluasi terhadap petugas P2TL PLN agar kedepannya tidak terulang kembali hal-hal tersebut. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seharusnya PLN jangan hanya menuntut haknya saja tanpa adanya kewajiban dalam melakukan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

“Kita minta harus ada evaluasi terhadap P2TL ini, jika masih tidak tertib maka kita minta bubarkan saja. Jangan seenaknya hanya mencabut listrik yang dapat merugikan masyarakat. Ketika PLN mematikan listrik seenaknya mereka tidak terkena beban dan bebannya malah ditanggung masyarakat. Ini tentunya tidak adil,” tegasnya.

Ia mengingatkan kepada PLN khususnya P2TL jika ingin melakukan razia ataupun inpeksi ke rumah-rumah warga sebaiknya terlebih dahulu lakukan razia terhadap listrik di rumah pengurus, pejabat PLN, mal-mal, dan hotel-hotel yang pengguna daya paling besar.

“Penertiban harus dilakukan di internal terlebih dahulu, rumah-rumah pegawai PLN itu tertib apa tidak. Tertibkan dahulu mulai dari SDM di dalam PLN barulah menertibkan yang di luar. PLN harus adil,” pintanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil PLN dalam hal ini P2TL. ‘’Kita inginkan mereka menjelaskan persoalan yang terjadi,’’ kata Roni.(res/rpz)