Sinergi PLN, KPK, dan Kementerian ATR/BPN Amankan Aset Negara


riaupotenza.com
Peserta Rapat Monitoring dan Evaluasi Progres Sertifikasi Aset Tanah di Provinsi Riau.

PEKANBARU (RPZ) -- Menindaklanjuti sinergi antar lembaga yang telah dimulai beberapa waktu lalu, PT PLN (Persero), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)  melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi progres sertifikasi aset tanah di seluruh wilayah kerja PT PLN (Persero).

Direktur Mega Project dan EBT PLN, Wiluyo Kusdwiharto; Senior Executive Vice President Manajemen Aset PLN, Paranai Suhasfan; Kasatgas Dirkor & Supervisi Wilayah I KPK, Arief Nurcahyo; Kakanwil BPN Provinsi Riau, M. Syahrir.

Di Provinsi Riau, acara diselenggarakan secara virtual awal pekan lalu. Hadir dalam acara tersebut Direktur Mega Project dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto; Kasatgas Dirkor & Supervisi Wilayah I KPK, Arief Nurcahyo; Kakanwil BPN Provinsi Riau, M. Syahrir; Kakantah BPN Kota dan Kabupaten se-Provinsi Riau; serta General Manager PLN se-Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Direktur Mega Project dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengutarakan bahwa di Provinsi Riau target sertipikasi tahun 2021 sebanyak 1.434 persil. "Saat ini sertipikat yang telah terbit sebanyak 429 sertipikat, serta yang masih perlu diselesaikan sebanyak 1.005 persil", lanjutnya.

Kasatgas Dirkor & Supervisi Wilayah I KPK, Arief Nurcahyo; Kakanwil BPN Provinsi Riau, M. Syahrir; GM PLN UIP3BS, Dispriansyah; GM PLN UIWRKR / yg mewakili; GM PLN UIP SBU, Oktavianus Padudung; GM PLN UIP SBT, Alland Asqolani.

Wiluyo juga mengungkapkan pentingnya dukungan Kanwil dan seluruh Kantah agar persil yang masih perlu penyelesaian tadi segera disertipikasi.

Sertipikasi tanah bagi ketiga lembaga ini bukan sekadar target. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengamanan aset milik negara.

“Kami berharap koordinasi yang telah berjalan baik antara PLN dengan Kakanwil BPN beserta Kakantah dan seluruh jajarannya di Provinsi Riau, serta dengan supervisi dari KPK, akan terus berlanjut hingga seluruh aset negara berhasil disertipikatkan,” tutup Wiluyo.

Pada kesempatan yang sama Kasatgas Dirkor & Supervisi Wilayah I KPK, Arief Nurcahyo, mengapresiasi kerjasama PLN dengan BPN yang telah berusaha keras dalam melaksanakan tata kelola aset pemerintah. “Harapannya kedepan koordinasi tetap berjalan. Meskipun masih dalam kondisi pandemi, tetap terus semangat menuntaskan program sertipikasi ini, sehingga target sertipikasi 100% aset pemerintah pada tahun 2023 bisa tercapai.”

Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Sumatera, Dispriansyah, mewakili jajaran manajemen PLN di Provinsi Riau memaparkan kondisi aset PLN di Provinsi Riau dimana sebanyak 3.468 persil aset PLN di Provinsi Riau belum memiliki sertipikat. “Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menuntaskan sertipikasi di Provinsi Riau,” ujar Dispriansyah.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kantah di Provinsi Riau yang sudah bekerja keras membantu proses sertipikasi aset PLN. “Dengan adanya sinergi antara PLN, KPK, dan BPN, harapannya seluruh aset PLN segera memiliki sertipikat sebagai upaya dalam melindungi aset negara”, pungkasnya.***