Seminggu, Tiga Bandar Sabu-sabu Ditangkap

Tidak Ada Tempat untuk Narkoba di Kuansing 


riaupotenza.com
Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata SIk

KUANSING (RPZ) --Sebulan menjabat sebagai Kapolres Kuansing, AKBP Rendra Oktha Dinata langsung tebar ancaman kepada pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Kuansing. 

Perwira melati dua di pundak itu mengatakan kasus penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian utama. Karena narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi bersama.  

"Masalah Narkoba menjadi atensi utama. Karena Narkoba musuh bersama," ungkap Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata melalui Kasubag Humas AKP Tapip Usman kepada wartawan kemarin.

Mantan Kepala Unit (Kanit) Bareskrim Polri ini pun dengan tegas menyampaikan, bahwa tidak ada tempat narkoba di wilayah hukum Polres Kuansing. Kata ia, memberantas peredaran gelap Narkoba salah satu atensi untuk menciptakan Kampung Bersinar (Bersih Narkoba).

"Dan ini saya perlu dibantu. Jangan takut memberikan Informasi. Kita akan melakukan penyelidikan penyelidikan, kita akan gali informasi itu," tegasnya.  

Komitmen itu dibuktikan. Dalam seminggu belakangan ini tiga bandar Narkoba jenis sabu disergap. Pertama, Jumat (3/9), penangkapan Z di Desa Sungai Geringging Baru Sentajo Raya. Ternyata Z dikendalikan RA als Renal seorang Napi di Lapas Telukkuantan dengan barang bukti sabu 53 paket atau berat 14,95 gram.

Tiga hari kemudian, Senin (6/9) sore tim opsnal Satres Narkoba menangkap ibu rumah tangga berinisial GW alias Igus di Pasar Rakyat Kelurahan Pasar Kota Telukkuantan. Polisi pun menyita barang bukti sabu dan uang hasil penjualan.

Kemudian pada Kamis (9/9)  sekira pukul 14.00 WIB, kembali tim opsnal Satre Narkoba menangkap M (41) di Desa Sako, Pangean.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu kotak rokok merk Sampoerna yang didalamnya ditemukan satu paket diduga Narkotika jenis sabu dengan berat kotor 6,21 gram.

Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata melalui Kasat Narkoba Akp PJ Nababan membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan pelaku M sudah menjadi target kepolisian. Karena sebagai bandar sabu, pelaku sangat meresahkan masyarakat.

"Penangkapan M alias Masdi berdasarkan informasi masyarakat yang resah terhadap perbuatan pelaku," katanya.

Tersangka M berikut barang buktinya katanya, diamankan di Polres Kuansing untuk proses lebih lanjut. Pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 jo 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara," terang Jontara.(cil)