Masyarakat Dialok Tolak Paham Ahmadiah Indonesia di Kepenghuluan Teluk Piyai


riaupotenza.com
Pemerintah Kepenghuluan Teluk Piyai dan Kecamatan Kubu bersama tokoh-tokoh agama melakukan dialok penolakan paham Ahmadiah Indonesia. Zulkifli

KUBU (RPZ)- Kehadiran ajaran Ahmadiah Indonesia di Kepenghuluan Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir menuai kotrofersi ditengah masyarakat.

Masyarakat mayoritas paham tua atau paham Ahlisunanh Wal Jamaah mengklaim ajaran Ahmadiah Indonesia sesat berdasarkan Fatwa Majlis Ulama Indonesi (MUI).

Kemudian diperkuat dengan surat keputusan bersama menteri agama, Jaksa Agung dan menteri dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03 tahun 2008 / Nomor  Kep - 03 /J /JA/6 /2008 / Nomor 199 tahun 2008 tentang peringatan dan perintah.

Berdasarkan peraturan menteri agama dan peraturan menteri dalam Negeri nomor 09 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas Kepala daerah/wakil Kepala Daerah dalam pemeliharan kerukunan umat beragama, pembardayaan forum kerukunan umat beragama serta pedirian rumah ibadah.

Menyikapi persoalan di tengah masyarakat, Pemerintah Kepenghulau Teluk Piyai, melibatkan Pemerintah Kecamatan Kubu melakukan dialok antar masyarakat paham Ahlisunnah Waljamaah dengan paham Ahmadiahi Indonesia, Rabu (8/9/2021).

Hadir dalam kesempatan itu Camat Kubu, H.Sakroni SE, KUA Kubu, Danramil 04 Kubu, Kapten Czi.A Penjaitan, Kapolsek Kubu, AKP Rudy Sudaryono SIK.MM, ketua MUI Kubu, M.Rajab tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta ketua BPKep Kepenghuluan Teluk Piyai serta tamu undangan lainnya. 

Kepala Desa Teluk Piyai, Lailatul Mardiah mengatakan, dialok itu dilaksanakan berdasarkan keresahan masyarakat kehadiran ajaran Ahmadiah di Kepenghuluan Teluk Piyai.

"Ini tindak lanjut dari laporan masyarakat ke -Pemrintah Desa beberapa waktu lalu  mengenai keresahan masyarakat masukkanya ajarah Ahmadiah," ujarnya.

Pemerintah desa mengadakan dialok dengan melibatkan pemerintah Kecamatan Kubu, hasil dari dialok yang dilakukan masyarakat menolak adanya aktifitas ke agamaan paham Ahmadiah.

"Tadi semua forum sepakat tidak boleh ada ajaran Ahmadiah, saudara kita yang meyakini paham Ahmadiah diminta legowo dan tidak lagi mengembangkan ajaran paham Ahmadiah di Kepenghuluan Teluk Piyai," akunya.

Sementara itu ketua MUI Kecamatan Kubu, M.Rajab mengaku bersukur, dari awal dialok dikakukan tidak begitu memanas dan berakhir dengan sejuk dari segela aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Kita tegaskan bagi penganut paham-paham yang menimbulkan keresahan ditengah masyarakat jangan ada terjadi di Kecamatan Kubu khususnya di Kepenghuluan Teluk Piyai," pintanya.

Ketua Majlis Ulama Indonesia mengaku, bahwa pihaknya kebobolan tentang keberadaan dan berkembangnya ajaran paham Ahmadiah di Kecamatan Kubu. Bahkan sudah memilik jamaah sebanyak 16 orang.

"Kita tidak tau kapan Ahmadiah ini masuk  di Kepenghuluan Teluk Piyai, selama ini hanya isu-isu saja yang kita dengar, adanya pertemuan hari ini baru kita ketahui paham Ahmadiah itu ada di Kecamatan Kubu, kesepakatan masyarakat, ajaran Ahmadiah ditolak mengembangkan pahamnya di Kepenghuluan Teluk Piyai," pungkasnya. Zul.