Tekan Kasus Covid-19, Kuansing Berlakukan Jam Malam


riaupotenza.com
Tim gugus tugas dan Forkopimda serta tokoh masyarakat saat melakukan pemberlakuan jam malam di Kota Telukkkuatan.

KUANSING --- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kuansing terus mengalami peningkatan. Data Gugus Tugas, Minggu (25/7) lalu terdapat empat kasus positif baru.

Demikian dikatakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kuansing Dr Agus Mandar. Kabar buruknya, terdapat penambahan tiga kasus konfirmasi covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia. 

"Kabar baiknya terdapat penambahan 41 pasien Covid–19 yang dinyatakan sembuh," katanya. Lanjutnya, total terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.077 kasus. 

Mencegah angka penyebaran Covid-19, Tim Gugus Tugas yang terdiri dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kuansing memberlakukan jam malam.

Pemberlakuan jam malam ini ditandai dengan digelarnya apel pengetatan pendisiplinan mematuhi protokol Covid-19, Selasa (27/7) tadi malam di halaman Mapolsek Kuantan Tengah.

Apel dipimpin Ketua Satgas Covid-19 Agusmandar, diikuti Tim Gabungan Personil Polri 30 orang dari Polsek Kuantan Tengah, TNI 6 orang, Satpol PP 17 orang, tokoh adat dan ormas Pemuda Pancasila sebanyak 6 orang.

"Sesuai intruksi Mendagri kita berlakukan jam malam. Mulai pukul 9 malam hingga jam 4 pagi," kata Agus Mandar saat dikonfirmasi Pekanbaru Pos kemarin.

Penerapan PPKM ini katanya, menindaklanjuti surat edaran Bupati Kuansing Nomor : 800 / Setda-TPK / 839, tanggal 26 Juli 2021 tentang Pedoman Penerapan PPKM level III di Kabupaten Kuantan Singingi.

Terkait pemberlakuan jam malam ini, Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK melalui Wakapolres  Kompol Antoni L Gaol, SH MH menyampaikan, tindakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 karena masih meningkatnya angka di wilayah Kuansing saat ini.

Untuk itu, Wakapolres mengingatkan pelaku usaha kuliner di sekitar kota Talukkuantan agar tidak melayani pengunjung mulai pukul 21.00 sampai 00.00 WIB

"Bagi yang belanja disarankan agar  dibungkus dan dibawa pulang kerumah," himbaunya.

Kemudian pada pelaku usaha atau pembeli yang kedapatan melanggar protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker, maka menurutnya akan dilakukan Swab di tempat.

"Jika hasilnya reaktif maka akan dilakukan isolasi mandiri di Kampus UNIKS Teluk Kuantan," bebernya.

Mengenai pendisiplinan ini, tim menghimbau agar mematuhi 6M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga jarak, nenjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi, melarang kegiatan makan bersama.(cil)