Derita Hidup Nenek 70 Tahun

Dijerat Rentenir Nenek Ngatipah Terancam Penjara


riaupotenza.com
Sri Ngatipah

PANGKALANKERINCI (RPZ)-Namanya Sri Ngatipah, lebih di kenal Nek Candra.  Nenek sepuh yang sudah  berusia 70 tahun ini, mestinya duduk tenang di rumah untuk memperbanyak ibadah.  Tapi sayang, warga yang menumpang di rumah anaknya di Jalan Melur Ujung Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau ini sedang terlilit hutang. Bahkan, ancaman penjara jika nenek tidak melunasi hutangnya tersebut.

Untuk ukuran yang berduit, uang sekitaran Rp 2 juta tidaklah begitu besar.  Tapi bagi Nek Candra justru membuat dirinya pusing 7 keliling. Apalagi mendapat ancaman akan diinapkan dalam penjara.

‘’Mendengar nada ancaman tersebut saya merasa terpanggil untuk menghadapi rentenir tersebut dan  mencoba menengahi mencari solusi,’’jelas Ustadz H Muslimin Albantany,S.Pd, kepada media ini Ahad (4/4).

‘’Akhirnya saya pun pasang badan minta tempo dalam 2 pekan  ke depan in syaa Allah akan dilunasi dengan niat mencari bantuan dari para muhsinin yang lainnya,’’ungkap Ustadz Muslimin yang sedia menjadi tameng agar Nek Candra merasa lebih aman.

Ustadz Muslimin yang juga Pembina Majelis Taklim atau Perwiritan Al Husna (Perwiritan Komunitas Ibu-Ibu para Pemulung dan Pekerja Kasar), tempat sang nenek juga belajar berharap perhatian dari masyarakat.

‘’Kepada yang terhormat para aghnia (orang kaya,red) yang sholeh berkenan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu menghilangkan beban beliau. Dan saya siap untuk menyalurkannya atau mempertemukan dengan Nenek Candra,’’harap Ustadz Muslimin sambil berujar jika ia mendapatkan rezeki lebih dari yang diharapkan akan dgunakan pada sesuatu yang lebih bermanfaat untuk Sri Ngatipah.

Sekelumit kisah Sri Ngatipah pun dikisahkannya. Dulu, sebelum wabah Covid-19 melanda, wanita tua yang rajin menjemput rezeki jualan di emperan sekolah SDN 008  Kualo, Pangkalan Kerinci. Qoddarulah, karena corona sekolah pun tak beroperasi. Sang Nenek pun tidak bisa berjualan lagi.

Nenek yang tergabung dalam Majelis Taklim atau Perwiritan Al Husna khusus kaum ibu pemulung dan pekerka kasar ini, tak hanya dikenal rajin berusaha menjemput rezeki. Tapi dia juga rajin dan aktif dalam majlis ilmu tersebut sebagai bekal untuk akhiratnya. ‘’Nek Candra itu dia terus aktif ikuti majelis taklim tersebut hingga sekarang mencapai 6 tahun berjalan,’’imbuh Ustadz Muslimin menerangkan kesungguhan sang nenek  dalam menuntut ilmu.

‘’Tak jarang saat hadir di pengajian nenek juga bawa jualannya,’’imbuhnya lagi sambil mengabarkan barang jualan kadang-kadang baju, alat kebersihan dan lain-lain.

‘’Dari situ saya melihat kegigihan beliau dalam menjemput rezeki walau hanya sekedar untuk bertahan hidup,’’kata Ustadz Muslimin.

Sri Ngatipah yang hingga saat ini tidak punya kartu identitas Kabupaten Pelalawan ini  tinggal menumpang di tempat menantunya atau anak perempuannya  yang kondisi ekonominya juga sangat memperhatinkan di Jalan Melur Ujung Pangkalan Kerinci Timur, Pangkalan Kerinci.

Hinggalah Nek Candra tersangkut hutang rentenir. ‘’Saat ini  Nek Candra  tersandung masalah, terlilit hutang dengan seseorang/sebentuk rentenir. Pasalnya dia menjalankan jualan baju orang tersebut. Dan itu juga sebegai bukti kegigihan dan semangat untuk menjemput rezeki dari keringat sendiri,’’paparnya.

Akan tetapi malang tak dapat ditolak duit jualan Rp 2  juta yang terkumpul terpakai oleh sang nenek sebesar Rp 1 juta. Uang tersebut bukannya sengaja dipakai, tapi digunakan untuk menebus obat, karena Sri Ngatipah yang sudah sepuh ini tidak memiliki kartu jaminan kesehatan seperti kebanyakan masyarakat lainnya.

‘’Rp 1 juta yang dipakai nenek dari hasil jualan pakaian itu untuk berobat dirinya dan juga cucu serta anak perempuannya tersebut yang kala itu itu sakit beruntun,’’beber Ustadz Muslimin.

Waktu tiga bulan berlalu. Nenek  menjanjikan untuk membayarnya. tapi sampai saat ini ia belum sanggup untuk melunasinya. ‘’Nah karena kondisi itu pula Nek Candra pun diancam oleh rentenir tersebut untuk dipenjara jika tidak membayarnya dalam 1 hari ini,’’ujarnya.

‘’Makanya saya berusaha mencari solusinya dengan berharap uluran tangan para muhsinin,’’ucap Ustadz Muslimin yang dikenal sebagai pekerja sosial yang tangguh ini.

Di sisi lain masih menurut Ustadz Muslimin, Sri Ngatipah yang sudah lama tinggal di Kabupaten Pelalawan ternyata belum memiliki kartu identitas. ‘’Nek Candra pun tidak punya KTP Pelalawan yang ada hanya KK luar provinsi, sehingga tiap kali ia berobat selalu menjadi pasien umum,’’terangnya.

Memang seperti diceritakan sang nenek pada dirinya, Nek Candra pernah dijanjikan oleh seseorang untuk dibuatkan KTP dengan membayar uang Rp 500.000. ‘’Namun hingga sekarang Rp 500.000 hasil jerih payahnya lenyap dan KTP pun tak kunjung siap. Semoga yang mengurus dan berjanji membuat KTP Nek Candra sadar dan mengembalikan uang nenek atau segera membantu menguruskan KTP orang tua malang ini,’’tuturnya sambil berharap Pemkab Pelalawan melalui dinas terkait mempermudah urusan dokumen administrasi kependuukan nenek Sri Ngatipah sebagai warga yang istimewa.

 Bagi warga yang ingin membantu Nenek Sri Ngatipah bisa menghubungi Ustadz H Muslimin, S.Pd.I di nomor telepon 081365290898.amr