Waspada Penipuan

Catut Nama Wabup Meranti Dengan Modus Bantuan Masjid


riaupotenza.com
Bukti modus operandi si penipu kepada korban.

MERANTI (RPZ) - Pengurus Masjid Muwahidin di Jalan Rintis, Selatpanjang hampir menjadi korban penipuan. Penipu bahkan mencatut nama Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (purn) H Asmar untuk melancarkan aksinya.

Bendahara Pengurus Masjid Muwahidin, Faisal menceritakan, Kamis (1/4/2021) bahwa para penipu ini melancarkan aksinya pada 29 Maret 2021 malam. Ketika itu tiba-tiba Faisal dihubungi melalui pesan WhatsApp yang mengaku sebagai wabup. Untuk meyakinkan, penipu menggunakan foto profil Wabup H Asmar.

"Si penipu mengaku akan menyalurkan bantuan ke Masjid Muwahidin sebesar Rp18 juta. Makanya kami diminta untuk segera mengirimkan nomor rekening dan nama penerima. Karena tak pegang buku tabungan, akhirnya saya berkoordinasi dengan ketua pengurus untuk segera mengirimkan foto buku tabungan. Nomor kotak WA yang mengaku wabup tersebut yakni 082139750356," ucapnya.

Keesokan harinya, pada Kamis, 30 Maret 2021, tiba-tiba nomor lain (082142098371)kembali menghubungi Faisal. Kali ini ia mengaku sebagai ajudan Asmar, atas nama Khairil Zubir. Bahkan si ajudan mengaku sedang mengantri di ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Setelah mengaku mengirimkan uang bantuan masjid sebesar Rp18 juta, si ajudan mengirimkan bukti transfer kepada Faisal.

"Bukti penyalurannya dalam bentuk foto resi pengiriman transfer melalui ATM Bank BCA," kata Faizal.
Setelah dikirimkan bukti transfer tersebut, Faisal langsung mengabarkan kepada Ketua Pengurus Masjid Muwahidin, Ustadz Asep untuk bisa mengecek apakah uang yang dikirim sudah masuk ke rekening. "Setelah dicek ternyata saldo rekening kas Masjid tidak bertambah," ucapnya.

Dalam proses pengecekan saldo tersebut, si penipu yang mengaku ajudan wabup kembali mengabari Faisal dan mengatakan terjadi kesalahan. Dimana dikatakannya bahwa uang untuk bantuan masjid hanya Rp14 juta. Sisanya uang untuk pembinaan yayasan anak yatim dan kaum duafa. 

Ajudan minta uang sebesar Rp4 juta dikirimkan langsung ke rekening yayasan sasaran. Tak lama berselang ada nomor lain yang menghubungi Faisal, masih melalui saluran pesan WA yang mengaku dari yayasan anak yatim dan kaum duafa.

"Dari yayasan mengaku atas nama Meilan dengan menggunakan nomor 083847192687. Ia meminta agar kami mengirimkan uang Rp4 juta ke nomor rekening yang dikirimkannya. Namun karena kami sudah melakukan pengecekan, akhirnya kami sadar bahwa menjadi korban penipuan. Sehingga kami tidak mengirimkan uang tersebut," terangnya.

Menurut Faisal, setelah tau akan menjadi korban penipuan, akhirnya menyampaikan kepada penipu agar jangan mempermainkan pengurus masjid. "Padahal kami sudah sempat percaya. Untung kami sempat melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap saldo di rekening pengurus masjid," ujarnya.

Faisal juga langsung menyampaikan kepada salah satu anggota kepolisian agar bisa melacak nomor telfon dan rekening penipu tersebut. Sehingga bisa segera diungkap.

Lebih jauh, Faisal menyayangkan apa yang telah terjadi. Ia berharap tidak ada pengurus masjid di Meranti yang menjadi korban penipuan ini.

"Kita tak mau ini terjadi pada pengurus masjid yang berada di kampung-kampung. Karena bisa saja menjadi korban mengingat keterbatasan waktu untuk melakukan pengecekan saldo di rekening," harapnya.

Wakil Bupati Meranti, AKBP (purn) H Asmar yang dikonfirmasi mengaku banyak menerima laporan dari sejumlah pihak terkait pencatutan namanya. 

“Terkait pencatutan nama saya, ini sudah kelewatan. Saya tidak pernah menyuruh orang lain untuk meminta bantuan dana kepada siapapun dengan modus bantuan rumah ibadah,” tegasnya.

H Asmar mengingatkan, jika ada orang yang mengatasnamakan dirinya agar bisa mengklarifikasikannya terlebih dahulu kepadanya. Sehingga tidak menjadi korban. 

"Ini murni aksi penipuan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi. Tidak hanya masjid, tapi juga klenteng juga menjadi sasaran aksi penipuan ini," tegasnya.

Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat lebih berhati-hati. Agar tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan dirinya.

#Anggota DPRD Juga Dicatut Penipu

Tidak hanya Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (purn) H Asmar saja yang dicatut namanya oleh penipu. Ternyata, salah satu Anggota DPRD Meranti, Sopandi S Sos juga sempat dicatut namanya oleh si penipu untuk meraup keuntungan.

"Memang sempat nomor lain mengatas namakan saya mencoba menipu masyarakat. Saat itu dalihnya untuk melakukan kerjasama dalam bentuk program," akunya.

Untungnya, warga yang hampir menjadi korban penipuan langsung mengklarifikasikannya kepada Sopandi untuk memastikan kebenaran rencana kerjasama program tersebut. Sehingga aksi penipuan tersebut bisa digagalkan.

"Beberapa warga yang sempat dihubungi penipu tersebut langsung bertanya kepada saya dulu. Sehingga tidak jadi korban," ucapnya.

Sopandi mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Meranti agar dapat lebih berhati-hati. Jangan mudah tergoda dengan uang atau program yang dijanjikan.

"Inilah perlunya kroscek. Saya harap, masyarakat Meranti bisa lebih berhati-hati dan waspada," harapnya. (Dam)