Jelang Bulan Suci Ramadan

Pekat Kian Gawat, Pemerintah Diminta Tidak Diam!


riaupotenza.com
Anggota DPRD Kuansing Jefri Antoni

KUANSING (RPZ)-- Penyakit masyarakat seperti meminum minuman keras, judi, narkoba, dan aktivitas negatif lainnya harus lekas ditangani oleh pemerintah. Apalagi sebentar lagi memasuki bukan suci ramadan 

Kondisi itu diperparah masuknya praktik prostitusi online di Kota Telukkuantan. Tentu hal ini tak boleh dianggap sepele. Pemerintah diminta juga tidak mendiamkan situasi sosial ini.

Legislator DPRD Kuansing menganggap adanya praktik prostitusi online sebagai masalah yang patut diberi atensi. Perlu ada keseriusan pemerintah dalam memantau aktivitas tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kuansing Romi Alfisyahputra khawatir melihat kasus prostitusi yang kian marak di Kota Telukkuantan. Dia menyebut hal ini perlu segera disikapi. Jika terus dibiarkan, akan semakin gawat.

"Pekat harus dibasmi. Termasuk saat ini marak prostitusi online. Jangan sampai hal ini dibiarkan. Saya lihat pemerintah terkesan melakukan pembiaran," ungkap Romi.

Praktik prostitusi ini katanya, transaksinya melalui aplikasi secara online. Sementara tindak asusilanya dilakukan di hotel atau penginapan di Kota Telukkuatan.

"Antisipasinya, ya pemerintah harus memeriksa hotel atau wisma yang memfasilitasinya. Bila ditemukan, beri sanksi tegas, seperti cabut izinnya," tegasnya.

Ia menambahkan peran orang tua sangat vital. Anak-anak semestinya harus dibekali dengan pendidikan agama sejak dini. Sehingga mereka tidak mudah terjerumus.

“Kita tidak bisa salahkan sosial media, sekarang orang tua harus bijaksana dalam hal ini,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kuansing Jefri Antoni. Ia mengatakan mendekati bulan suci Ramadan ini penyakit masyarakat harus menjadi atensi utama. Sehingga tidak menjadi virus yang merugikan masyarakat.

"Jika masyarakat terutama generasi penerus terjebak, dikhawatirkan akan membawa dampak negatif," katanya.

Penyakit masyarakat ini katanya, beragam-macam bentuknya. Seperti, banyaknya waria berkeliaran di Taman Jalur, taman komplek Kantor Bupati dijadikan tempat muda-mudi pacaran tiap malam, narkoba dan cafe-cafe yang bebas menjual miras.

"Ini dari laporan masyarakat. Tentu ini sudah meresahkan," katanya.

Jefri Antoni mengatakan aktivitas apapun yang mengarah kepada penyakit masyarakat bisa membuat gerah lingkungan sekitar.

"Maka kita minta pihak terkait dalam hal ini Satpol PP untuk bertindak, apalagi sebentar lagi bulan Ramadan," ungkapnya.(cil)