Kejati Riau Sosialisasi Jaksa Jaga Sekolah

Kalau Ada Oknum Aparat Memeras, Laporkan!


riaupotenza.com
Asisten Intelejen Kajati Riau Raharjo Budi K SH MH saat memberikan sosialisasi Jaksa Jaga sekolah dalam rangka mencegah ekstrimisme, radikalisme dan terorisme di Kabupaten Kuansing.

KUANSING (RPZ)--Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi melakukan sosialisasi masalah hukum kepada siswa-siswi SMA Negeri I Kuantan Singingi dan kepala sekolah se Kuansing, Selasa (16/2) di aula SMA Negeri I Kuantan Singingi.

Sosialisasi yang diberi nama "Jaksa Jaga Sekolah" tersebut disampaikan Asisten Intelejen Kejati Riau Raharjo Budi K SH MH. Kegiatan itu dihadiri ratusan peserta baik dari siswa dan para kepala sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Turut hadir Plh Sekdakab Riau Drs H Masrul Kasmy MSi, Kadisdik Riau Zul Ikram, Bupati Kuansing Drs Mursini dan Kajari Kuansing Hadiman SH MH.

Asisten Intelejen Kajati Riau Raharjo Budi K SH MH mengatakan sosialisasi Jaksa Jaga sekolah ini dalam rangka mencegah ekstrimisme, radikalisme dan terorisme di Kabupaten Kuantan Singingi.

"Mengapa dipilih Kuansing?. Data intelejen yang dirilis media massa daerah Sumbar dan Jambi sebanyak 3.500 orang terpapar paham radikal. Sosialisasi ini kita berharap paham radikal ini tak menyebar dan masuk ke Kuansing," harap Raharjo.

Selain itu, kata Raharjo, kegiatan ini juga bertujuan mencegah tindak pidana korupsi. Pasalnya tenaga pendidik tidak dibekali pengelolalan keuangan negara. Sehingga sering ada temuan saat diaudit BPK dan Inspektorat.

"Celah inilah yang menjadi bahan objek pemerasan oleh oknum aparat dan lainnya. Contohnya di Indragiri Hulu," katanya.

Raharjo mengimbau agar para guru jangan takut dalam menjalankan tugas mulia sebagai tenaga pengajar. Jika ada oknum jaksa minta uang, laporkan saja, jangan takut.

"Jangan anggap kami orang lain. Jika ada oknum yang memeras laporkan. Catat ini nomor saya 081286346663. Boleh telepon maupun WA," katanya.

Selain itu dalam kegiatan ini, Raharjo juga memberikan pencerahan kepada bapak dan ibu guru bagaimana mengajar para siswanya agar tidak terjadi tindak pidana umum. 

"Jadi kalau menertibkan siswa beri peringatan tiga kali, kalau tidak bisa suruh saja keluar kelas," ungkapnya.

Paling penting dalam kegiatan ini katanya, adalah mengurangi dampak dari ajaran ekstrimisme dan radikalisme di sekolah. Karena saat ini banyak siswa yang sudah terpapar paham radikalisme.

Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri I Telukkuatan Saprianto Eldi SPd menyambut baik kegiatan yang pertama kali ini digelar. Ia mengatakan anak-anak dan guru akan lebih tahu soal hukum serta mencegah radikalisme di sekolah.

"Kegiatan ini kali pertama. Kita ucapkan terima kasih kepada Disdik dan Kejati Riau atas terselenggaranya acara ini," katanya.

Selain itu, pihaknya berharap dengan sosialisasi ini para tenaga pendidik "melek" hukum sehingga tidak merasa cemas lagi diperas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Harapan kedepan teror kepada kepala sekolah seperti di Inhu tidak ada lagi. Sehingga tidak merasa cemas lagi. Karena kita sudah dapat arahan dari Jaksa," katanya.(cil)