Terdakwa Korupsi Makan Minum Setda Kuansing Divonis Berbeda


riaupotenza.com

KUANSING (Riaupotenza.com) - Majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Pekanbaru  membacakan vonis kelima terdakwa dalam kasus belanja makan minum Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing yang bersumber dana APBD tahun 2017, di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (13/01).

Kajari Kuansing Hadiman melalui Kasi Pidsus Roni Saputra mengatakan, berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru yang digelar secara virtual Mejelis Hakim memvonis mantan Plt Sekda Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Muharlius dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair 3 bulan.

M Saleh mantan Kabag Umum Setda Kuansing divonis penjara 7 tahun denda Rp300 juta subsidair 3 bulan, M Saleh juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp5,8 miliar dengan subsidair 4 tahun.

Kemudian mejelis hakim memvonis terdakwa Verdy Ananta yang dalam proyek tersebut selaku bendahara pengeluaran rutin, penjara 6 tahun denda Rp300 juta dengan subsidair 3 bulan, dan terdakwa Hetty Herlina majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara denda Rp200 juta subsidair 3 bulan.

Terakahir, terdakwa Yuhendrizal divonis 4 tahun penjar dengan denda Rp200 juta subsidair 3 bulan.

"Berdasarkan fakta persidangan kelima orang terdakwa tersebut terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi kegiatan makan minum Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing tahun anggaran 2017," ucap Kajeri Kuansing melalui Kasi Pidsus Roni Saputra. 

Dijelaskannya, ada dugaan korupsi yang terjadi pada 6 kegiatan di Setda Kuansing yang bersumber dari APBD 2017 sebesar Rp 13.300.650.000.

Kegiatan meliputi dialog bersama tokoh masyarakat ataupun organisasi masyarakat, penerimaan kunjungan pejabat negara, ketiga biaya rapat koordinasi musyawarah pimpinan daerah, rapat koordinasi pejabat daerah, kunjungan kerja kepala daerah dan wakil serta penyediaan makanan dan minuman.

Ada lima terdakwa dalam kasus ini, yakni mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kuansing, Muharlius selaku Pengguna Anggaran (PA) kegiatan, Kabag Umum Setdakab Kuansing, M Saleh merangkap sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Bendahara Pengeluaran Rutin, Verdy Ananta.

Kemudian, mantan Kasubbag Kepegawaian Setdakab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), Hetty Herlina, dan Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing, Yuhendrizal merangkap PPTK pada kegiatan makanan dan minuman tahun 2017 lalu.

Dalam pelaksanaannya, penggunaan anggaran semua kegiatan itu tak sesuai. Hal ini berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di mana ada Rp 10,4 miliar diselewengkan. ped