Ditingkatkan ke Penyidikan, Ini Dia Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Mobiler Hotel Kuansing


riaupotenza.com

KUANSING (Riaupotenza.com) -  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi, Provinsi Riau, menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mobiler hotel Kuansing, yang bersumber dari APBD Kuansing, tahun anggaran 2015.

Ketiga tersangka berinisial F Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), AH Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), selanjutnya R (almarhum) Direktur PT.Betania Prima.

Penetapan ketiga orang tersangka tersebut, disampaikan Kepala Kejaksaan Kuansing Hadiman Didampingi kasi intel, Kicky arianto, Kasi pidsus Roni saputra, dan seluruh para kasi kejaksaan teluk kuantan, Hadiman umumkan ketiga orang tersangka tersebut dihadapan awak media, Senin (11/01/2020) Siang di Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan. 

"Sementara tiga orang tersangka kita tetapkan, dan tentu tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain, tentu kita melihat nantinya kesaksian di persidangan," terang Hadiman.

Diterangkan Hadiman, pada saat selesai masa kontrak oleh PT Betania Prima hanya mampu melaksanakan pekerjaan dengan bobot sebesar 44,501 persen, dengan nilai yang telah dibayarkan sebesar Rp5,2 miliar dari Nomor Kontrak 64/Kontrak/CKTR/PA/2015/1794 dengan nilai Rp. 13,100.250.000 (tiga belas milyar seratus juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Namun pada saat itu, PPK dalam kegiatan itu, dalam pelaksanaannya tidak selesai dan ditambah denda sebesar Rp352 juta.

"Jadi begini, seharusnya PT Betania Prima ini mengerjakan 100 persen, ternyata dalam perjalanan hanya dikerjakan 44,501 persen. Selebihnya tidak dikerjakan karena alasan tidak mampu, karena barang-barang yang dia beli tidak sesuai atau tidak sampai di tempat. Sehingga Pemda dalam hal ini Dinas Cipta Karya hanya membayar sebesar Rp 5,2 miliar," jelas Hadiman.

Hadiman menjelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan tidak ada membentuk panitia pemeriksa barang yang ditunjuk oleh PPK malah menjadi PPHP adalah PPTK bukan itu saja barang yang dibeli rekanan tidak ada berita acara serah terima barang dari rekanan ke Dinas. 

"Jadi setiap barang yang di beli tidak ada bukti surat serah terimahnya," cetus Hadiman. 

Adapun pasal yang disangkakan kepada ketiga tersangka pasal 1 ayat 2 jo pasal 3, jo pasal 18 UU RI tahun 1999 nomor 31 dan nomor 20 tahun 2021 Undang undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 55 ayat 1 KUHP, yang mana ancaman paling sedikit 4 tahun dan paling lama 20 tahun, jika yang di pakai jo pasal 3 ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun. ped