Pelalawan Segera Miliki Masjid Muallaf Center


riaupotenza.com
Ustadz Gohan Matondang melaksanakan Rapat Koordinasi YPMR Provinsi dan Perwakilan Pelalawan tentang Pembangunan Masjid dan Pusat Pembinaan Muallaf Bantuan dari Timur Tengah melalui Ar-Risalah Al-Khairiyah Medan.

PANGKALANKERINCI (Riaupotenza.com) - Kehadiran Yayasan Pembinaan Muallaf Ar Risalah (YPMR) menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Pelalawan. Selain fokus memperjuangkan nasib saudara baru, para muallaf. Yayasan yang dibidani Ustadz Muhammad Gohan Matondang SPdI juga terus melakukan pembinaan terhadap mereka yang baru berikrar menjadi muslim. Alhasil berbuah manis, pihak yayasan mendapak kucuran bantuan pembangunan masjid sebagai pusat pembinaan muallaf.

‘’Alhamdulillah setelah survey lokasi tanah wakaf YPMR. Ustadz Muslim dan seluruh Tim dari Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah Medan sudah menyetujui lokasi pembangunan Masjid sebagai pusat pembinaan muallaf,’’ kata Ketua Yayasan Pembinaan Muallaf Ar Risalah Provinsi Riau, Ustdaz H Muhammad Gohan Matondang, Kamis (19/11) sambil menyebutkan tim meninjau lokasi pada Rabu (11/11) sepekan lalu.

‘’Lokasi pembangun Masjid Center Mualaf ini persisnya  di Jalan Datuk Raja Lela Putra (Simpang Samak) Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci,’’ sambung Ustadz Gohan menyebutkan lokasi pembangunan pusat pembinaan muallaf tersebut.

‘’Tanah yang akan dibangun itu nanti merupakan wakaf dari Dokter Yulidia Santi Sp PD,’’ sambungnya sambil menyebutkan lahan tersebut berukuran 15x30 meter. 

Meski awalnya tanah wakaf ini ukuran 15 x 30 meter lanjut Ustadz Gohan yang sudah malang melintang mengislamkan ratusan muallaf ini, namun pihak yayasan Alkhairiya As-Sunnah Medan yang merupakan perpanjangan tangan pihak donator dari Timur Tengah yang akan membangun masjid itu nanti,  minta tambah ukuran tanah sehingga target ukuran masjid cukup untuk dibangun. 

‘’Jelas kita masih kekurangan lahan. Namun in syaa Allah akan segera terpenuhi karena kita akan membebaskan lahan yang bersebelahan dengan lahan wakaf kita ukuran 5x30 meter yang dibandrol Rp 55 juta,’’ paparnya.

Maka sambung Ustadz Gohan, saat ini target YPMR sebelum pembangunan dimulai akan membebaskan lahan sebelahnya  5x30 meter seharga Rp55 juta dan melakukan penimbunan.

'’Selain lahan 5x30 meter dengan harga Rp 55 juta kami membutuhkan tanah timbun untuk ukuran 20 x 30 meter atau   sekitar 300 truk. Ini juga merupakan ladang amal bagi masyarakat. Silakan berinfaq baik dengan uang cash bisa juga dengan tanah timbun langsung. Karena untuk pembangunan gedung, sudah ada donaturnya. Kita terima bersih saja bangunannya nanti, in syaa Allah,’’ ujarnya. 

Ustadz Gohan yang juga salah seorang tenaga pendidik di SMKN 1 Pangkalan Kerinci ini menambahkan, pemangunan masjid akan segera dijalankan setelah izin IMB selesai. Ia merinci,  masjid yang akan dibangun dengan ukuran di dalamnya 13 x 13 meter, teras tambah rumah imam,  toilet dan tempat wudhu.   

Disebutkannya juga, pembangunan tahap 1 yakni pembangunan masjid sebagai pusat dakwah dan pembinaan muallaf. ‘’Di masjid itu lah nanti setiap prosesi pengislaman dibuat,’’ ungkapnya sambil menambahkan ikut dibangun pada tahap awal Kantor YPMR dan Pusat konsultasi Pendalaman niat. 

Lalu tahapan berikutnya, Ustadz Gohan mengatakan akan dibangun asrama dan kelas untuk pesantren pembinaan muallaf. Niat dan cita-cita Ustdaz Gohan berserta pengurusan YPMR juga akan membebaskan lahan di belakang masjid secara bertahap.

‘’Semoga Allah mudahkan niat ini. Ini merupakan mimpi panjang yang segera terwujud,’’ ucapnya berharap.

Bahkan, kedepannya juga masih menurut alumni LPIA Jakarta ini, kedepannya YPMR tidak mengirim lagi muallaf belajar ke pesantren di luar seperti yang dilakukan saat ini. ‘’In syaa Allah kita buka pesantren dan Sekolah Dai program 2 tahun khusus muallaf,’’ucap Ustadz Gohan optimisi. amr