Sekolah Tatap Muka Di Pekanbaru Dihentikan


riaupotenza.com
Dr Firdaus MT

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Setelah melakukan evaluasi, akhirnya Pemerintah Kota Pekanbaru menghentikan proses sekolah tatap muka, Rabu (18/11).

Menurut Wali Kota Pekanbaru, Dr Firdaus MT, dihentikannya proses sekolah tatap muka ini untuk pemetaan kembali wilayah yang masuk dalam kategori zona kuning, atau wilayah dengan tingkat penyebaran covid-19 rendah. 

Karena secara peta nasional Kota Pekanbaru masih berada pada zona orange menuju zona kuning. 

Nantinya, sekolah tatap muka akan beralih dengan pertemuan terbatas. Sekolah yang dapat melakukan pertemuan terbatas hanya wilayah yang berada pada zona kuning. 

"Jadi di perkecil lagi skalanya. Kita lihat per kecamatan, kecamatan mana yang tingkat penyebarannya rendah," terangnya. 

Pertemuan terbatas hanya diselenggarakan SMP Negeri yang berada di kecamatan dengan tingkat penyebaran rendah atau zona kuning. 

Pertemuan terbatas ini diikuti peserta didik hanya dalam kurun waktu 2-3 jam dalam satu kali pertemuan. Dalam pertemuan terbatas ini, sebelum memulai proses pembelajaran peserta didik wajib melakukan rapid tes. 

Rapid tes dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru yang dilakukan secara gratis terhadap peserta didik dan guru. Pertemuan terbatas ini rencananya akan dimulai pada pekan depan. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memulai kembali pembelajaran di sekolah, atau sekolah tatap muka, Senin (16/11). Hal itu berdasarkan surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Nomor 800/Disdik.sekretaris.1/03399/2020 itu yang ditandatangani oleh pelaksana tugas Kepala Disdik Kota Pekanbaru Dr H Ismardi Ilyas.

Jumlah peserta didik di kelas pada masa pandemi covid-19 ini hanya setengah dari kapasitas yang ada, yakni paling banyak hanya 20 peserta didik dalam satu kelas. jdi