Anggaran Covid Terserap 30 Persen


riaupotenza.com
M Jamil

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp115 miliar. Anggaran itu dipersiapkan untuk kegiatan pemerintah kota dalam pengendalian dan penanggulangan pandemi covid-19. 

Pejabat Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Muhamad Jamil mengatakan, dari Rp 115 miliar anggaran yang disediakan baru terserap 30 persen untuk kegiatan dalam penanggulangan pandemi covid-19. 

''Baru berkisar 30 persen anggaran yang diserap dari Rp115 miliar yang kami siapkan,'' kata Jamil, Kamis (15/10). 

Anggaran tersebut digunakan dalam beberapa kegiatan untuk penanganan covid-19. Seperti untuk pengadaan alat kesehatan, bantuan sosial terhadap masyarakat yang terdampak, Satuan tugas (Satgas) yang melakukan kegiatan di lapangan, dan fasilitas untuk pengendalian pandemi covid-19. 

Anggaran Rp115 miliar tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Menurutnya dalam APBD Perubahan tahun 2020 ini, Pemko Pekanbaru tidak lagi menambah alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 di Pekanbaru.

Namun demikian menurut Jamil, berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Pekanbaru terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

Salah satunya adalah percepatan pengadaan laoboratorium biomolekuler di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru. Dimana ditargetkan pekan depan sudah dapat beroperasi dan mulai melakukan pemeriksaan swab warga Pekanbaru.

Jamil juga memastikan, untuk alokasi anggaran covid-19 termasuk kegiatan yang diprioritaskan bagi Pemko Pekanbaru dan tidak masuk dalam program rasionaliasai anggaran.

Penggunaan anggaran covid-19 juga disampaikan secara berkala kepada pemerintah pusat. Jamil pun memastikan anggaran bersangkutan juga  betul-betul digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan penangananan covid-19. 

''Penggunaan anggaran nya sudah diatur, tidak bisa sembarangan. Tidak bisa digunakan ke kegiatan diluar Covid. Anggaran itu juga tidak dipakai sekaligus, digunakan secara berkala,'' ungkapnya. jdi