Guru Harus Kreatif, Orangtua Harus Aktif

Ini Dia Kunci Sukses Belajar Daring di Rumah


riaupotenza.com
Nadya Rezeki Ananda, guru SD Muhammadiyah 1 Pekanbaru sedang melaksanakan aktivitas belajar daring.

 

PEKANBARU (riaupotenza.com)- Sekarang, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dengan sistem dalam jaringan (daring).

Menurut guru SD Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Nadya Rezeki Ananda SPd, selaku guru Kelas 1 ini l, belajar dari rumah sangat penting adanya komunikasi efektif antara guru dan orangtua dalam pembelajaran daring. Dengan begitu, tambah nya, akan diketahui bagaimana perkembangan belajar siswa di rumah.

”Perlunya saat ini guru dan orangtua melakukan kerja sama dalam membangun kepercayaan siswa belajar dari rumah. Kerja sama ini dapat membangun motivasi siswa agar bisa terus semangat belajar meskipun dari rumah," kata dia, awal pekan ini.

“Selama pembelajaran daring ini, guru harus mencari cara bagaimana mengajar baik lewat daring. Peran guru maupun orang tua memang sangat penting dalam mendukung proses anak belajar di rumah," tambah Nadya.

Guru dan orangtua, lanjut Nadya, keduanya mesti membangun sinergi dan juga kolaborasi yang baik demi memaksimalkan kegiatan belajar anak di rumah. Kreativitas guru dalam memberikan pembelajaran daring yang menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan akan sangat menentukan besarnya atensi siswa terhadap kegiatan belajar daring tersebut.

"Sedangkan, pendampingan yang baik serta keaktifan orang tua dalam menemani anak, ini akan menentukan sejauh mana kegiatan belajar di rumah menjadikan anak merasa senang dan tetap berdiam diri di rumah. Selanjutnya dilanjutkan pembimbingan oleh orang tua selama menemani anaknya belajar,” jelasnya.

Oleh karena itu, guru harus mampu memanfaatkan media teknologi pembelajaran daring. Selanjutnya ditingkatkan agar lebih inovatif.

“Berarti guru dalam penyampaian bahan ajar menjadi menarik. Apalagi anak yang baru masuk SD, pasti sangat perlu bimbingan kepada guru,” ujarnya.

Belajar daring harus ada peran orang tua. Walau siswa itu sudah diberikan pinjaman buku pegangan dan pembelajaran daring kepada gurunya.

“Orang tua diwajibkan mendampingi belajar anaknya. Karena pendidikan keluarga mencapai 70 persen dan sekolah hanya 30 persen,” ujar Nadya lagi.

Termasuk membantu dalam melaksanakan pendampingan pendidikan karakter anak. Bagaimana orang tua mencontohkan kebiasaan keagamaan. Mulai mengaji, salat, dan lainnya.

“Untuk pembentukan akhlak mulia harus dibangun sejak sekarang. Maka pembiasaan yang ada di sekolah dilanjutkan di rumahnya masing-masing dengan pemantauan dari orang tuanya. Guru kreatif dan orang tua siswa aktif, itulah kunci sukses anak belajar dari rumah, sehingga keduanya mesti membangun kolaborasi demi memaksimalkan kegiatan pembelajaran daring," tutup Nadya. rls/ppg