DPRD Kampar Minta Perusahaan Pekerjakan Warga Lokal Sesuai Ketentuan


riaupotenza.com

BANGKINANG (Riaupotenza.com) - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Zulfan Azmi meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar mematuhi aturan terkait penempatan 40 persen tenaga kerja bagi masyarakat lokal Kampar.

Hal itu ia sampaikan di depan perwakilan pihak PT. Indomarco yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III, Senin (5/10)2020) lalu.

Kata dia, pengertian tenaga kerja asli Kampar tidak sebatas merujuk pada alamat domisili di Kartu Tanda Penduduk atau KTP semata."Karena banyak juga kita temukan, KTP-nya baru dibuat belakangan (setelah dia diterima bekerja). Jadi, maksud asli orang Kampar itu, merujuk pada tempat lahirnya di Kampar," ujar Zulfan.

Dalam aturan di daerah kita, kata Zulfan, 40 persen dari jumlah tenaga kerja itu mesti berasal dari warga tempatan, dan DPRD ingin memastikan aturan itu benar-benar telah dipatuhi oleh setiap perusahaan yang ada.

Lanjutnya, DPRD ingin, kesempatan dan peluang kerja yang ada di setiap perusahaan yang menjalankan usahanya di wilayah Kabupaten Kampar bisa diisi oleh putra-putri Kampar. Terlebih lagi, lanjut dia, di tengah pandemi virus Corona, dimana banyak tenaga kerja menghadapi kenyataan dirumahkan atau bahkan di-PHK.

Zulfan berjanji pihaknya akan terus melakukan pengawasan terkait persolan ini ke depannya.

Tidak hanya pada kesempatan itu saja, Zulfan bersama Komisi III dalam beberapa kesempatan menggelar RDP dengan perwakilan perusahaan selalu menegaskan tuntutan yang sama, agar semua perusahaan memberikan peluang dan kesempatan kerja pada angkatan kerja asli Kabupaten Kampar. 

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak ingin anak-anak Kampar hanya jadi penonton di tengah derap laju kegiatan usaha dan ekonomi di kampungnya sendiri. (aaz)