SATU TERSANGKA ANAK DIBAWAH UMUR

Rampok Harta Nenek Tua, Tiga Berandal "Digulung" Polisi


riaupotenza.com
Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Rabu (23/9/2020) saat gelar press release.(sukardi)

BENGKALIS(Riaupotenza.com)  - Tiga orang pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan, di kecamatan Siak kecil, Kabupaten Bengkalis diringkus jajaran Satreskrim polres Bengkalis. Ketiga tersangka ini diantaranya, RS (15), F (18) dan AM (28) yang merupakan warga Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Sementara korban curas ini diketahui seorang nenek bernama Atau/ Atun alias Ny Kicak berusia 81 tahun, warga Jalan Kelapapati Laut, Desa Kelapapati Bengkalis, Kecamatan Bengkalis. Aksi perampokan tersebut dilakukan para pelaku pada Kamis (3/9/2020) lalu pukul 09.00 WIB di sebuah rumah tepatnya di belakang Pasar Terubuk, Bengkalis, Jalan Kelapapati Laut.

"Korban saat itu mengalami luka-luka di mulut dan telinga, kemudian cincin emas sebanyak lima buah di jari dan sepeda motor korban hilang dibawa kabur kawanan pelaku diduga berjumlah tiga orang. Akibatnya korban mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp50 juta," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Rabu (23/9/2020) siang.

AKBP Hendra mengungkapkan, perampokan ini diketahui setelah salah satu anggota keluarga korban memperoleh informasi bahwa korban ditemukan dalam keadaan terikat dan luka-luka di rumahnya. Kemudian kejadian itu langsung dilaporkan pihak keluarga ke Polres Bengkalis.

"Setelah mendapat laporan dari korban, langsung melakukan penyelidikan, berhasil mengantongi nama-nama pelaku yang diduga terlibat. Saat melakukan penyelidikan, kemudian Senin (14/9) tim berhasil mengamankan pelaku masih anak di bawah umur berinsial ARS (15) pelajar dan F (18) warga Desa Lubuk Garam, Kecamatan Siakkecil," ujar perwira dua bunga melati dipundak ini.

Hasil interogasi, petugas juga mengamankan seorang tersangka diduga sebagai penadah hasil berinisial AM (28) alias Al, seorang pedagang, di Jalan Sebak Auh, Kecamatan Siakkecil sudah dilebur bentuk bulat emas diduga hasil perampokan.

Di samping itu, tersangka RS juga menitipkan barang bukti kepada seorang ibu-ibu (DPO) yang tidak dikenalnya untuk membantu menjual barang rampokan itu ke tersangka Al.Dan Fa masih DPO salah satu dari tiga kawanan curas identitasnya sudah diketahui petugas.

Sementara, petugas juga mengamankan barang bukti tindak kejahatan para pelaku ini antara lain, satu gulung tali plastik warna hitam dan kabel listrik untuk mengikat korban, lima faktur jual beli emas, STNK, BPKB, dua unit sepeda motor, helm, baju dan jaket yang digunakan pelaku saat menyekap korban, ponsel, satu bongka emas yang sudah dilebur oleh tersangka.

"Modus operandi, pelaku berpura-pura ingin mengontrak kos-kosan milik korban. Pelaku sudah lama ingin melakukan pencurian kemudian menemukan cara dengan berpura-pura mencari rumah kos dan mengajak korban bertemu dibelakang Pasar Terubuk, sampai di sebuah rumah, korban dibujuk untuk masuk dan kemudian dipukuli, para pelaku juga mengikat kaki, tangan dan mulut korban, lalu melucuti perhiasan termasuk melarikan sepeda motor korban,"katanya lagi.

Perbuatan, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 KUHPidana ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun, juncto sistem peradilan anak, dan Pasal 480 KUHPidana.

Lebih lanjut AKBP Hendra menjelaskan, untuk masyarakat  terutama perempuan diimbau tidak mengenakan barang perhiasan dan apabila berada dirumah tetap komunikasi ke saudara terdekat atau tetangga.

"Adanya niat seseorang yang mau melakukan kejahatan adanya kita tidak bersikap hati-hati atau menggunakan barang seperti perhiasan yang menyolok,"tegasnya.kar