Sabu-sabu Disembunyikan di Dalam Bungkus Rokok


riaupotenza.com
Pelaku penyalahgunaan narkoba berikut barang bukti yang diduga sabu-sabu diamankan pihak kepolisian.

KUANSING (Riaupotenza.com) - Satuan Reserse (Satres Narkoba) Polres Kuansing menangkap seorang pria yang diduga menjadi penjual narkoba jenis sabu-sabu di Kelurahan Sungai Jering Kacamatan Kuantan Tengah, Kamis (17/9) sekira pukul  20.00 WIB.

Pria tersebut berinisial YP (19) warga Kabupaten Mentawai, Sumbar yang saat ini tinggal di Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.

Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto melalui Kasat Narkoba AKP Sahardi mengatakan penangkapan YP berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan peredaran narkoba di Sei Jering.

"Pelaku YP ini selain mengedarkan sabu, juga sebagai pemakai. Karena setiap sabu yang akan dijual diambil sebagian dengan cara dicukil. Cukilan itu oleh pelaku digunakan sendiri," katanya.

Saat diinterogasi petugas kata Sahardi, pelaku YP mendapatkan barang haram tersebut dari rekannya yang saat ini menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polres Kuansing.

Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan penangkapan pelaku YP dilakukan saat pelaku akan melakukan transaksi di pinggir jalan di Keluraham Sei Jering Kota Telukkuatan.

"Saat itu pelaku baru meletakan kotak rokok dibawah tiang listrik, pelaku langsung kita sergap," ungkapnya.

Setelah dilakukan penggeledahan petugas menemukam barang bukti satu paket sabu dalam plastik bening yang disembunyikan di dalam kotal rokok Magnum.

"Dari pengakuan pelaku paket sabu itu baru saja dibawa ketempat itu dan sudah janjian dengan pemesan ditempat itu," katanya.

Saat ini pelaku dan barang bukti kata Sahardi, sudah diamankan di Mapolres Kuansing untuk pengembangan lebih lanjut. Ia mengatakan pimpinan menekankan agar terus meningkatkan pengungkapan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, menekan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas polisi, namun semua pihak, termasuk masyarakat. Maka jika melihat penyalahgunaan narkoba, segera laporkan kepada pihak kepolisian.

"Pelaku dijerat dgn pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ungkapnya. cil