Jadi TO Polisi, Empat Pelaku Curat Diringkus


riaupotenza.com
TERSANGKA CURAT : Empat tersangka bersama barang bukti (BB) Pencurian Pemberatan (Curat) yang berhasil diringkus Tim Opsnal BKO 125 Polres Bengkalis, Jumat (28/8/2020).(sukardi)

BENGKALIS(Riaupotenza.com) — Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Pepatah ini pantas ditujukan kepada JTN (19), ES (20), FST alias Ucok (22) dan KS alias Kevin (24). Keempat pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas ini tertangkap Polisi melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat), Jumat (28/8/2020) lalu, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK, MT didampingi Kasi Humas Polres Bengkalis AKP Buha Purba, SH membenarkan pengungkapan empat tersangka Curat, yang beraksi di wilayah Kecamatan Mandau, Minggu (30/8/2020).

Menurut AKBP Hendra, empat pelaku yang berhasil diringkus Satreskrim Polres Bengkalis ini memiliki peran yang berbeda, untuk tersangka  JTN (19) sebagai pelaku pencurian. Kemudian, ES (20) dan FST alias Ucok berperan membantu pelaku menjualkan hasil curian dan terangka KS alias Kevin (24) berperan sebagai penadah hasil curian.

Berdasarkan kronologis pengungkapan, Kapolres Bengkalis yang familiar dengan pers ini mengungkapkan, kasus  ini berawal Minggu 23 Agustus 2020, sekitar pukul 04.00 WIB. Ketika itu, salah seorang korbannya, R DEVIANI Binti SUKAR (33), yang bermukim di Jalan.Sidodadi, KUD. RT.001/RW.011, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, terbangun dan melihat seorang laki-laki berdiri di pintu kamar.

Spontan saja, hal itu membuat korban curiga. Belum sempat ditanya, pria yang berdiri di pintu kamar tersebut melarikan diri ke arah dapur. Tak mau ambil resiko, korban pun membangunkan saudaranya dan langsung mengecek pria yang lari ke arah dapur tersebut. 

Setelah dicek secara menyeluruh bagian dapur, ternyata pria itu tidak terlihat lagi. Namun, saat itu mereka melihat ada bekas kaki di dekat pijakan mesin cuci. Merasa cemas, mereka langsung menuju kamar dan mengecek Handphone milik mereka masing-masing. Alangkah kagetnya, ketika tiga unit Handphone Adroid mereka sudah tidak terlihat lagi.

Tak menunggu lama. Korban langsung menghubungi pihak kepolisian setempat dan melaporkannya secara resmi atas peristiwa yang dialaminya. Dalam laporannya, korban mengalami kurugian mencapai Rp 7,5 juta. 

Polisi yang mendapatkan laporan itu, hari itu langsung bergerak cepat. Tim Satreskrim Polres Bengkalis dibawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Andrie, SH, SIK mengintruksikan seluruh Tim Opsnal BKO 125 selama 10 hari kerja. Waktu yang diberikan itu cukup singkat, namun Tim Opsnal dilapangan telah mendapatkan titik terang atas laporan kehilangan tersebut.

“Atas laporan warga itu, anggota Reskrim mendapatkan titik terang, terduga pelaku dan penadah. Kemudian Jumat 28 Agustus 2020, Kanit Pidum dan Tim Opsnal BKO Reskrim 125 mengamankan mengamankan satu pria yang mengaku bernama KV alias Kevin, saat akan menjual Handphone bekas di depan  salah  satu hotel di Duri,”kata AKBP Hendra Gunawan.

Lebih lanjut AKBP Hendra menjelaskan, setelah diamankannya Kevin, ternyata ditangannya juga didapati 2 (dua) unit Handphone Android, yang cocok merknya sesuai daftar barang bukti. Tim Opsnal pun tak mau kecolongan, mereka mengejar penjual lainnya yakni ES, yang mana saat itu mengenalkan kepada JST dan F S alias Ucok. 

Hingga akhirnya keterangan tiga tersangka yang berhasil diamankan terlebih dahulu, menungkap tapir keterangan lainnya yakni Kevin, yang mengaku jika membeli Handphone Android tersebut dari tangan JST, seharga Rp 500 ribu. Kemudian, Kevin memberikan uang rokok kepada EST sebesar Rp.50 ribu.

“Saat dilakukan penyelidikan dan tim opsnal berhasil mengamankan EST dirumah temannya, mengaku hanya mendapat uang rokok, sebab telah membantu menjualkan 2 (dua) unit Handphone hasil curian dari Kevin sebesar Rp.50 ribu dan memberikan uang rokok dari JS sebesar Rp.50 ribu,”ungkapnya.

Dikatakannya lagi, perkara curat ini Tim Opsnal Reskrim Polres Bengkalis juga turut mengamankan FST alias Ucok, yang turut serta menikmati hasil penjualan barang curian itu, walau hanya uang rokok sebesar Rp.50 ribu, diperoleh dari JST. Karena telah menjualkan 1 (satu) unit Handphone hasil curian.

“Untuk tersangka JST , tim opsnal BKO 125 mengamankannya dari salah satu warung internet (Warnet). JST pun mengaku telah mengambil 3 (tiga) unit Handphone dirumah korban. Ketika di croschek kebenarannya, ternyata cocok dengan daftar barang bukti yang hilang. Sesuai dengan isi laporan Polisi.

Untuk barang bukti yang disita, kata AKBP Hendra Gunawan, terdapat 1 (satu) buah kotak Handphone (HP) Merk samsung J5warna gold milik korban. Kemudian, 1 (satu) buah kotak HP Merk Oppo warna biru warna gold, 1 (satu) buah kotak HP Merk Vivo Y12 warna merah milik korban, 1 (satu) unit HP merk Samsung J5 warna gold dengan imei 1 : 357202070555074 imei  2 :357203070555072 dan uang tunai sebesar Rp.630 ribu.

“Berdasarkan laporan Polisi dan bukti-bukti (BB), yang ada pada para tersangka. Maka, Tim Opsnal menyita barang bukti mengamankan dan membawa pelaku ke kantor BKO 125, untuk proses Hukum selanjutnya. Tersangka dijerat Pasal 363 Juncto Pasal 56 Juncto Pasal 480 KUH Pidana,”tegasnya.kar