Dikunjungi Anggota DPD RI Harris: ‘’Awal Kepemimpinan Saya Cukup Berat’


riaupotenza.com
Bupati HM Harris dan Anggota DPD RI asal Riau Edwin Pratama Putra saling tukar cinderamata saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pelalawan di Kampus ST2P di Langgam.

LANGGAM (Riaupotenza.com) - Memulai sesuatu pekerjaan sejak awal biasanya memang tidak mudah. Begitu pula yang dialami HM Harris, Bupati Kabupaten Pelalawan diawal kepemimpinannya. Terutama mengubah daerah yang dicap dalam kategori tertinggal  menjadi daerah yang lebih baik, bangkit dari ketertinggalan daerah di bandingkan dengan Kabupaten lainnya di Indonesia setelah lepas dari kabupaten induk yaitu Kabupaten Kampar pada tahun 1999.

Hal ini diunhkap Bupati HM Harris saat menerima kunjungan anggota kerja anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD) Pemilihan Propinsi Riau Edwin Pratama Putra SH, anggita DPD RI.  

‘’Awal kepemimpinannya saya cukup berat mengubah Kabupaten Pelalawan yang masuk kategori tertinggal menjadi kabupaten yang lebih baik,’’ kata Bupati Harris saat pertemuan yang digelar bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau, Selasa (11/8).

Pada periode pertama memimpin terang Bupati, pemerintahhannya mengusung visi Pembaharuan Menuju Kemandirian Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Pelalawan. 

‘’Dimana dibutuhkan perubahan pola pikir untuk dapat bergerak maju melepas ketertinggalan,’’ ujarnya sambil menyebutkan untuk merubah mindset masyarakat dirinya membulatkan tekad dengan 7 Program Prioritas, 5 diantaranya adalah mengejar ketertinggalan daerah melalui Program Cerdas, Pelalawan Sehat, Pelalawan Terang, Pelalawan Lancar dan Pelalawan Makmur sementara itu 2 diantaranya adalah mendukung kebijakan nasional melalui Pelalawan Inovatif dan Pelalawan Eksotis melalui wisata Bono yang menjadi ikon nasionalnya pariwisata  Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau di pusat.

Untuk periode kedua, sambung mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode ini, mengusung visi yakni Inovasi Menuju Pelalawan Emas. Selain mengusung 7 Program Strategis,  Kabupaten Pelalawan juga menjadi salah satu dari lima Techno Park  percontohan di Indonesia. ‘’Teknopark diharapkan akan mendorong pengembangan inovasi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar,’’ beber Harris.

Harris menambahkan, Pemkab Pelalawan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengembangkan kawasan Techno Park Pelalawan sebagai wahana edukasi, pengembangan inovasi, dan teknologi sawit.

Tak hanya itu beber Bupati, Techno Park Pelalawan merupakan Kawasan Techno Park terluas di Indonesia yang mencapai 3.754 hektar. Kawasan ini terbagi atas tujuh zona antara lain pendidikan, riset, pemukiman, industri, pemukiman, konservasi, komersial, dan zona publik. Pemerintah pusat  sangat mendukung keberadaan techno park di Pelalawan. Apalagi dalam kawasan ini telah berdiri Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) sehingga akan membantu dunia pendidikan tinggi. "Pemerintah sangat mendukung ST2P Pelalawan, karena membangun sumber daya manusia khususnya, di kabupaten Pelalawan,’’ ucapnya bangga.

Disamping itu juga sambung Bupati HM Harris, Pelalawan juga  sudah memiliki pelabuhan Sokoi di Kecamatan Kuala Kampar  yang menjadi pintu akses perdagangan dan wisatawan dari Singapore dan Malaysia untuk masuk ke Propinsi Riau bahkan Indonesia untuk menikmati wisata Bono yang merupakan gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar.

‘’Ombak Bono Sungai Kampar merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang yang terjadi pada bulan November dan Desember. Kemudia lanjut Harris Bono Pelalawan ini adalah fenomena alam gelombang, yang konon hanya ada 2 di dunia, yaitu Indonesia di Riau Kabupaten Pelalawan dan satu lagi di Amazon, Brasil,’’ ungkapnya sembari menyambut baik atas kunjungan kerja (Kunker) Anggota DPD RI Komite II Riau, Edwin Pratama Putra.

Dalam pertemuan ini juga di hadiri oleh Wakil Bupati Pelalawan H.Zardewan, Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Afrizal,S.Sos, Direktur ST2P Prof.DR Detri Karya,Para Kepala OPD, Forkompinda serta Perwakilan Kampus ST2P Pelalawan, Anggota DPD RI Edwin Pratama,SH menilai apa yang telah dilakukan oleh Bupati Harris di dua periode kepemimpinannya tidak hanya bagi kepentingan daerah saja tetapi sudah memikirkan untuk propinsi Riau kedepannya bahkan negara Indonesia ini.

Anggota DPD RI kelahiran Kabupaten Kampar ini melihat sekarang Pelaalwan lebih banyak melakukan ekspor komoditi perkebunan sawit keluar dan tidak kalah pentingnya dengan kemampuan dan SDM yang di miliki oleh generasi muda Pelalawan sekarang tak ada salahnya Pemerintah Pusat melihat potensi Kabupaten Pelalawan untuk diperhitungkan karena Pelalawan memiliki kawasan strategis sumber energi pengolahan dan juga jalur pendistribusian keluar melalui pelabuhan sokoi.

‘’Kita ketahui bahwa Kota Dumai sekarang sudah menumpuk dan banyak pengolahan sawit di sana, kedepan kita pikirkan Pelalawan karena potensi itu ada dan cost untuk pendistribusian lebih mahal melewati Dumai, ini menjadi Pekerjaan Rumah saya untuk 4 tahun ini bagi Pelalawan untuk saya bawa ke Pemerintah Pusat,’’ paparnya.amr