Objek Wisata Di Kuansing Dibuka, Pengunjung Wajib Taati Protokoler Kesehatan


riaupotenza.com

KUANSING (Riaupotenza.com) - Akibat wabah pandemi Covid-19 yang melanda sejak beberapa bulan terakhir, banyak objek wisata di Indonesia ditutup, termasuk di Kabupaten Kuansing, Riau. 

Kadis Pariwisata Kuansing, Indra Suandy yang ditanya Riaupotenza.com, Selasa (11/8) menjelaskan, untuk di Kuansing beberapa objek wisata telah dibuka, seperti objek wisata Sungai Soriek dan Guruh Gemurai.

Di bukanya objek wisata ini berdasarkan kebijakan Kemenpar RI dimana daerah yang statusnya tidak merah maka destinasi wisata dapat dibuka.
 
''Untuk dibuka wisata di Kabupaten Kuantan Singingi juga berdasarkan rapat evaluasi OPD terkait dan tim gugus beberapa waktu lalu di multimedia yang dipimpin langsung oleh Bupati Mursini,'' kata Indra Suandy. 

Dibukanya beberapa objek wisata untuk umum tersebut, kata Indra, harus dilaksanakan protokoler kesehatan. Seperti setiap pengunjung menggunakan masker, membatasi jumlah kunjungan agar sosial distancing dapat terjaga, mengukur temperatur/suhu tubuh dengan tidak melebih 37 derajat. 

''Kita juga menyediakan tempat cuci tangan dan sabun serta protokoler kesehatan lainnya. Dan melakukan pengawasan terhadap setiap pengunjung oleh satpol PP,'' jelas Indra. 

Ditanya terkait capain target Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama pandemi, Indra menjelaskan, bukan saja disegi PAD saja, namun dengan kondisi pandemi yang lama ini merusak semua sendi ekonomi secara menyeluruh. ''Tanpa kecuali disektor pariwisata ini,'' cetusnya. 

Kadis Pariwisata mengatakan, selama ini target PAD yang telah disepakati bersana untuk tahun 2020 tentu sangat sulit dicapai. Berkaitan dengan hal itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Bapenda, serta OPD terkait untuk mengejar target yang telah ditetapkan tersebut dapat tercapai. 

Namun kita berharap akhir tahun ini ada libur panjang, jika kondisi kuansing masih seperti sekarang, maka libur panjang tersebut akan kita dorong untuk menimta PAD di guruh gemurai dengan menambah atraksi hiburan disana sehingga bisa menarik wisatawan atau pengunjung untuk datang.

''Kita akan menambah daya tarik baru untuk para pengunjung, seperti permainan untuk anak-anak dan berbagai penampilan nantiknya," paparnya.

Kementerian Pariwisata RI : Kuansing Punya Potensi Di Bidang Pariwisata 

Pejabat Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menilai Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau memliki banyak potensi wisata. Namun belum tergarap dengan maksimal, sehingga potensi yang ada belum dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawanuntuk menunjang pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu dikatakan, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif, Ramlan Kamarullah dalam pemaparannya saat Musrenbang Pariwisata dan Kebudayaan Kuanisng, beberapa waktu lalu dibalai pendopo rumah dinas Bupati Kuansing.

Ia mengatakan, bahwa pariwisata Kuansing sangat potensial dan layak untuk dikembangkan.

''Berbagai potensi wisata yang ada di Kuansing sangat menarik untuk dijual kepada para wisatawan, baik mancanegara, wisatawan nusantara dan lainnya,'' ujarnya.

Namun katanya mengingatkan, yang perlu dilakukan saat ini adalah menjaga sapta pesona, kebersihan dan membangun sentra-sentra kreatif di seluruh obyek wisata yang ada.

Di Indonesia bebernya, sudah ada daerah yang dijadikan bangun destinasi wisata atau lima destinasi transit yang menjadi skala prioritas yaitu Tanjung Lesung di Banten, Pulau Seribu di Jakarta, Raja Ampat dan lainnya.

Untuk Kuansing katanya, potensi itu terdapat pada beberapa destinasi wisata yang layak dikunjungi, seperti festival Pacu Jalur di tepian Narosa Teluk Kuantan, Perahu Baghanduang di Lubuk Jambi, Obyek Wisata Air Terjun Guruh Gemurai Kasang, Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Lubuk Ambacang dan Sumber Air Panas Sungai Pinang.

''Di Provinsi Riau sendiri, juga ada tiga daerah destinasi wisata yaitu Kabupaten Siak, Kampar dan Meranti," tambahnya.

Untuk memajukan Kepariwisataan di Indonesia maka Kementerian Pariwisata akan melakukan pendampingan terhadap destinasi wisata, agar masyarakat di Daerah tujuan wisata benar benar memiliki Skill sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Indra Suandy menyebutkan, bahwa Musrenbang itu merupakan forum musyawarah antara pemangku kepentingan untuk membahas dan menyamakan persepsi langkah langkah penanganan program kegiatan prioritas pembangunan, dan pengembangan pariwisata dan Kebudayaan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Kabupaten Kuantan Singingi.

Penyelenggaraan Musrenbang Pariwisata dan Kebudayaan tahun 2020, sebagai implementasi untuk menunjang dan meningkatkan pariwisata nasional, yang berdasarkan Rancangan Teknoratik RPJMN 2020 - 2025, "Akselerasi Peningkatan Nilai Tambah Agrofishery Industry, Kemaritiman, Energi, Industry, Pariwisata serta Ekonomi Kreatif dan Digital".

''Untuk mewujudkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2016 - 2021 yang termaktub dalam misi ketiga, mengembangkan perekonomian masyarakat yang mandiri dan berdaya saing guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat berbasis pertanian dan pariwisata," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Kuansing memiliki potensi wisata baik Obyek Wisata Alam seperti Air Terjun (ada sekitar 20 lebih) seperti Air Terjun Guruh Gemurai Kasang, Air Terjun Batang Koban di Lubuk Ambacang, Air Terjun Sungai Dangku, Air Terjun Hulu Lombu di Pangkalan Indarung, Dan Sumber Air Panas Sungai Pinang.

Begitu juga Obyek Wisata Budaya seperti Festival Pacu Jalur, Festival Perahu Baghanduang, Silat Pangean, Rumah Godang, Arena Venue Dayung Kobun Nopi, Danau Koto Kari, Danau Sungai Soriak. Obyek Wisata Sejarah seperti Goa Macan di Cengar, Goa Bunian di Teratak, Padang Candi di Sangau, Bukit Piramida di Pantai dan sebagainya. Serta Kuliner yang menyediakan Makanan dan minuman khas Kuansing sendiri.

''Banyaknya potensi wisata di Kuansing mendorong Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, menggelar Musrenbang Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing Tahun 2020, bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing,'' katanya.

Dalam kesempatan ini peserta juga melihat pameran foto obyek Wisata Kuansing, seperti Piramida Desa Pantai Kuantan Mudik yang merupakan batu asli yang penuh ukiran. adv