Tak Pakai Masker, Didenda Rp250 Ribu atau Kerja Sosial


riaupotenza.com
Razia masker yang di gelar tim Pemko Pekanbaru di Jalan Sudirman.

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan resmi diterapkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Senin (10/8). Sanksi yang diterapkan berupa kerja sosial atau pembayaran denda Rp250 ribu hingga Rp1 juta. 

Tim terpadu Kota Pekanbaru menggelar rasia bagi pelanggar protokol kesehatan di Jalan Sudirman, tepat didepan Sukaramai Trade Center. Sasaran petugas ada pengendara yang tidak menggunakan masker, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Walikota Pekanbaru Firdaus turun langsung dalam peninjauan hari perdana penegakkan hukum, dengan pemberian sanksi sosial kepada warga yang tidak menggunakan masker saat berkendara. 

Pengendara yang kedapatan tidak menggunakan masker langsung dihadang petugas, mereka diarahkan ke bagian pendataan. Warga yang terjaring diberi dua pilihan sanksi, pertama melakukan kerja sosial berupa membersihkan fasilitas umum atau membayar denda Rp250 ribu bagi roda dua dan Rp1 juta bagi kendaraan roda empat. 

Alex, salah seorang warga yang terjaring mengaku tidak mengetahui akan adanya razia tersebut. Ia mengaku lupa mengenakan masker karena terburu-buru ingin pergi bekerja. 

Ia mengaku pemberlakuan sanksi administratif ini perlu sosialisasi lebih panjang lagi. Dikatakannya, ia tidak mengetahui bahwa ada sanksi yang telah diterapkan di Pekanbaru bagi warga yang tidak menggunakan masker. 

Ia memilih untuk menerima sanksi kerja sosial. Ia mengaku pasrah melakukan sanksi itu. 

Sementara itu Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus menjelaskan, sanksi administratif diterapkan bertujuan untuk pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Misi kita adalah bagaimana menggerakan masyarakat menjadi masyarakat produktif di tengah krisis kesehatan yang juga berdampak pada ekonomi," terangnya. 

Untuk mempertegas penerapan protokol kesehatan tersebut, Pemko Pekanbaru telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 130 Tahun 2020 Tentang Penerapan Perilaku Hidup Baru Masyarakat.

Dalam Perwako itu disebutkan bahwa pelanggar protokol kesehatan akan diberi sanksi administratif. Sanksi itu dibagi dua yaitu, sanksi denda Rp250 ribu dan sanksi kerja sosial. 

Dua sanksi itu bisa dipilih sala satu. Jika tidak mampu membayar denda, pelanggar bisa ganti dengan kerja bakti selama 8 jam.

Tim terpadu akan memusatkan razia di dua lokasi, pertama Jalan Sudirman tepat di Depan STC, dan Jalan Sudirman tepat di depan Sudirman Square. rpz