Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Diterapkan Kamis


riaupotenza.com
Syamsuwir

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan melakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan mulai, Kamis (6/8/2020). 

Penindakan yang diberikan berupa sanksi administratif, berupa kerja sosial hingga denda mulai Rp 250 ribu sampai Rp1 juta bagi warga yang melanggar protokol kesehatan. 

"Penindakan dilapangan akan kami mulai Kamis atau Jumat ini," kata Inspektur Inspektorat Pekanbaru Syamsuwir.

Saat ini tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 tengah mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerapan perwako tersebut.

Ia katakan, kebijakan penerapan denda dan kerja sosial bagi pelanggar protokol kesehatan sudah disepakati dalam rapat Forkopimda Kota Pekanbaru. Penerapan sanksi diatur dalam Perwako Pekanbaru Nomor 130 tahun 2020.

Dalam perwako diatur sanksi berupa kerja sosial seperti membersihkan fasilitas umum hingga denda mulai dari Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Perwako itu telah ditandatangani Walikota Pekanbaru, Kamis (30/7). 

Perwako nomor 130 tahun 2020 merupakan perbaikan dari Perwako nomor 104 dan 111 tahun 2020 tentang pedoman perilaku hidup baru (PHB).

"Beberapa hari ini kita selesaikan SOP nya dulu, seperti apa pelaksanaannya, dimana penyetoran denda dan lainnya. Setelah SOP selesai, Kamis atau Jumat sudah dilakukan penindakan oleh tim di lapangan," ucap Syamsuwir.

Tim penegak hukum di lapangan akan dibagi dua. Ada tim yang bertugas melakukan pengawasan dan penindakan secara mobile dan ada yang memfokuskan penindakan melalui razia di titik-titik yang ditentukan.

"Jadi ada tim statis dan dinamis. Statis ini, mereka mengawasi di semua tempat dan dinamis bisa saja seperti razia," ungkapnya.

Ia menegaskan bagi masyarakat yang beraktivitas diluar rumah wajib menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker dan menerapkan physical distancing. Penindakan dilakukan agar ada efek jera bagi pelanggar. rpz