MENGUAK FAKTA-FAKTA DI HARI JADI BENGKALIS KE-508 (Bagian I)

Aroma Korupsi dan Mangkraknya Bangunan Megah di Pusat Kota


riaupotenza.com
GEDUNG DAERAH : Aroma korupsi proyek Gedung Daerah. Proyek senilai Rp 86 miliar ini, mangkrak hingga tiga kali ganti jabatan Kajari Bengkalis. Tiga kali ganti Bupati Bengkalis.(sukardi)

BENGKALIS(Riaupotenza.com) — Jika berkunjung di Pulau Bengkalis. Maka, ruas jalan Jenderal Sudirman tak asing bagi pendatang, yang melintasinya. Seakan terbiasa juga melihat pemandangan Air Mancur di Taman Andam Dewi dan Tanjak Raksasa di atap bangunan, tepatnya di Lapangan Tugu-Bengkalis.

Bangunan lapangan tugu itu selalu menjadi pusat kegiatan pemerintah, baik peringatan besar di kelender nasional ataupun peringatan hari besar keagamaan (solat Idul Fitri dan Idul Adha,red). Setiap sore lapangan lebar itu pun dijadikan sebagai arena tempat permainan anak-anak.

Namun dibalik kenyamanan disana, ada pemandangan yang justru sedikit mengusik mata, sebuah bangunan megah yang tidak jelas peruntukannya. Bangunan itu berdiri megah dengan arsitektur bangunan lama modren.

Sebelum melihat kondisi di dalam bangunan. Aroma korupsi dan mangkraknya bangunan megah di pusat kota ini sudah tercium. Pagar sekeliling bangunan tampak sudah berlumut, struktur ukiran khas melayu terlihat atap teras pintu masuk, seakan tak yakin bisa bangunan semegah ini bisa mangkrak dan tak jelas peruntukkannya.

“Ini salah satu bangunan mubazir yang menghamburkan uang APBD Bengkalis. Katanya sudah banyak penegak hukum yang  melakukan penyidikan, tapi ya sampai hari ini sejak Tahun 2013, tidak diketahui lagi hasil penyidikannya sejauhmana. Aroma korupsi gedung daerah ini, saya rasa melibatkan banyak pejabat,”ujar Ujang, salah seorang penarik becak sepeda, yang sering mangkal disekitar lapangan tugu-Bengkalis, Rabu (29/7/2020).

Jika dilihat, bangunan bertuliskan Gedung Daerah Bengkalis memiliki struktur bangunan, yang masih kokoh. Setiap rumput pekarangangedung mulai menjulang, setinggi pria tegak berdiri. Maka perwakilan Pemkab Bengkalis, yang diberi tanggungjawab disana membabat dan membersihkannya.

Tak diketahui jelas sumber anggaran bersih-bersihnya berasal dari mana, tapi yang jelas gedung itu tetap diupayakan bersih, setiap kali ada yang “menyinggungnya”.

Tiga Kali Ganti Kajari

Aroma korupsi proyek Gedung Daerah Bengkalis bukan barang baru untuk diketahui publik. Proyek yang menelan anggaran senilai Rp 86 miliar ini, mangkrak hingga tiga kali ganti jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis. Bahkan sudah tiga kali ganti Bupati Bengkalis, namun tetap saja aroma korupsinya tidak terkuak.

Berbagai elemen masyarakat, mulai dari LSM dan tokoh masyarakat merasa kecewa, terkait hasil pembangunan gedung daerah. Wajar saja, kekecewaan yang timbul, bukan dikarenakan adanya udang disebalik bakwan. Tapi, fakta berbicara jika gedung Daerah tersebut, hingga memasuki Hari Jadi Bengkalis ke-508, tepat tanggal 30 Juli 2020, gedung itu tidak bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Sudah banyak pejabat yang diperiksa di proyek puluhan miliar tersebut. Tapi tak satupun menunjukkan eksistensi penegak hukum di daerah ini. Jika dinilai, apa yang terjadi hari ini jelas menggambarkan proses tutup mata dan tutup telinganya penegak hukum di negeri junjungan ini,”ujar Ketua LSM Topan Kabupaten Bengkalis, Isnadi, Rabu (29/7/2020).

Isnadi mengatakan, sejatinya melalui proses penyidikan di Kejati Riau dan Kejari Bengkalis. Proyek tersebut telah tuntas dan terbongkar aroma korupsi. Namun, hingga detik ini penyidikannya justru mandek tanpa diketahui penyebabnya.

“Kami menilai, dugaan korupsi proyek gedung daerah ini sengaja diendapkan, disebabkan adanya banyak kepentingan penegak hukum. Bisa jadi, proyek gedung daerah ini dimotori oleh oknum penegak hukum di negeri junjungan Bengkalis,”tegasnya.

Sementara itu, Riaupotenza.com yang berupaya menggali informasi perkembangan proyek Gedung Daerah Bengkalis mendapatkan kabar, jika ada upaya Pemkab Bengkalis menjadikan gedung tersebut, sebagai gedung perbankan. Melalui sistem pinjam pakai menurut rencana akan digunakan oleh Bankriaukepri.

Untuk menelusurinya, salah seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis, yang minta namanya dirahasiakan menjelaskan, gedung Daerah tersebut menuai sejumlah masalah besar. Konspirasi antara DPRD dan kepala daerah juga menjadi faktor, kenapa sampai hari ini belum ada tindak lanjut proses hukum, yang berkeadilan.

“Proyek Gedung Daerah itu saya salah satu pejabat yang pernah diperiksa. Tapi, menurut informasi hasil auditnya sudah turun. Namun belakangan ada upaya akan dijadikan gedung Bankriaukepri. Itu baru rencana. Jika demikian sebenarnya, tak menjadi masalah,”ungkap pria yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di PUPR Bengkalis ini.

Pengutaraan senada turut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis H. Adri, SE saat dimintai tanggapan soal mangkraknya bangunan megah Gedung Daerah.

“Proyek itu sudah ditangani Aparat Penegak Hukum (APH). Kasus ini sudah lama, kalau saya masuk nanti dipikir mencongkel dosa-dosa lama,”kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bengkalis menjawab Riaupotenza.com via WhatsApp.kar