Isentif Tenaga Medis Covid-19 Belum Cair, Ini Kata Plt Sekda Pekanbaru


riaupotenza.com
M Jamil

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Sungguh sangat disayangkan. Betapa tidak, ternyata hingga kini insentif tenaga medis yang terjun langsung penanganan wabah Covid 19 belum juga dicairkan.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil yang dikonfirmasi mengatakan, mengatakan, saat ini pihaknya masih memproses untuk penyaluran isentif tersebut. Ia juga masih melakukan penghitungan terkait anggaran yang tersedia. 

"Instentif bagi tenaga medis di Kota Pekanbaru sudah menjadi perhatian kami. Pembayaran insentif tersebut dalam percepatan untuk disalurkan," kata Jamil, Senin (13/7/2020). 

Tenaga medis yang mendapatkan isentif adalah mereka yang terjun langsung dalam penanganan covid-19, baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit. 

Menurutnya, pembayaran insentif tenaga medis yang menangani pandemi corona sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwako). "Kami perlu menyesuaikan anggaran. Apabila sudah dapat diakomodir, maka kami bayarkan sesuai anggaran yang ada," terangnya. 

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy memperkirakan, nilai insentif bagi tenaga medis ini mencapai total Rp12,9 Miliar. Jumlah itu bersumber dari dua pendanaan, kucuran dari APBD Kota Pekanbaru dan dari pemerintah pusat.

Besaran insentif dari dana pusat sebesar Rp3,9 Miliar. Sementara untuk jumlah isentif dari APBD Pemko Pekanbaru diperkirakan Zaini, berkisar Rp9 Miliar. 

"Jadi sebagian dana isentif ini kita usulkan ke pusat. Ada anggaran dari pusat. Seluruh tenaga medis yang terlibat penanganan covid-19 akan mendapatkan isentif," jelasnya. 

Ia katakan, Diskes Kota Pekanbaru menghitung besaran jumlah isentif mengacu pada SK (surat keputusan) Menteri Kesehatan.

SK itu menjelaskan bahwa insentif untuk dokter spesialis maksimal Rp15 Juta per bulan, dokter umum Rp5 juta per bulan dan tenaga medis lainnya. Insentif ini nantinya diberikan terhitung April 2020 lalu hingga Juli 2020 atau selama 3 bulan.

"Jumlahnya akan kita sesuaikan dengan anggaran yang ada. Tapi tidak akan melebihi dari pada SK," ungkapnya. rpz