Pimpin Apel Kesiapsiagaan, Danrem 031/WB Dorong Petugas Terus Semangat Cegah Karhutla


riaupotenza.com

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Komandan Resor Militer (Danrem) 031/WB Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan suport dan dorong petugas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta Petugas dari Perusahaan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus semangat menjalankan tugas pencegahan terjadinya Karhutla. 

Dorongan tersebut disampaikan Danrem 031/WB Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan saat memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana Karhutla di Lapangan Taman Budaya Bagan Siapi-api, Kabupaten Rohil, Jumat (10/7) yang juga didampingi Bupati Rohil, Suyatno dan Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SIK.

Dimana katanya, untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya Karhutla ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh petugas. Yaitu terkait penyebab yang difaktori kesengajaan maupun akibat dari kelalaian manusia. Seperti membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, meninggalkan api unggun di hutan, membuat arang di hutan dan membuang puntung rokok sembarangan saat berada di hutan.

"Dan cara untuk mengatasi hal ini salah satunya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa menyebkan terjadinya Karhutla," katanya. 

Selain itu kata Jenderal bintang satu yang tidak kenal lelah menjalankan tugas dan amanah ini, saat ini Riau juga sudah mulai memasuki musim kemarau yang mengancam daerah rawan terjadinya kebakaran. Terutama pada daerah yang lahannya gambut. 

"Hal itu juga terlihat beberapa hari belakangan ini munculnya titik panas (Hotspot) di beberapa kabupaten kota di Riau, meskipun sudah berhasil dipadamkan dengan cepat oleh petugas," jelasnya. 

Lebih jauh, putra asli bumi lancang kuning ini juga berharap dan mengajak semua elemen di Kabupaten Rohil bersama-sama menangani kasus Karhutla di Riau. Khususnya di Kabupaten Rohil yang bisa diatasi atau diantisipasi dengan maksimal agar tidak lagi terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena hal ini juga sesuai dengan arahan presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu di Istana yang menyampaikan jika untuk penanganan Karhutla ini ada empat poin yang harus diperhatikan secara bersama-sama. 

Adapun 4 poin tersebut, pertama terkait pencegahan melalui patroli terpadu dan deteksi dini, sehingga kondisi harian di lapangan selalu termonitor dan terpantau. Dimana untuk pemantauan ini petugas bisa menggunakan aplikasi dasbor Lancang Kuning yang dibuat oleh tim Polda Riau. Karena aplikasi tersebut dapat memberikan informasi secara akurat untuk mendekteksi titik koordinat hotspot atau titik api serta melakukan verifikasi di lapangan sehingga memudahkan para petugas melakukan pemadaman.

"Jadi kita harapkan semua personil di lapangan menggunakan aplikasi itu demi mengetahui kondisi terkini dari kondisi titik api yang ada," katanya.

Yang ke dua, presiden juga meminta Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk melakukan penataan pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan. Dimana, tujuan penataan pengelolaan ekosistem gambut tersebut selain menata lingkungan juga mengurangi kemungkinan terjadinya Karhutla.

Berikutnya, presiden juga mengharapkan agar sesegera mungkin memadamkan api kalau memang ada api dan tidak membiarkan sampai membesar. Karena jika api sudah membesar tetap akan sulit untuk dipadamkan.

"Kalau api sudah membesar meskipun menggunakan water bombing akan sulit dipadamkan," katanya. 

Sementara pada poin terakhir kata Dansatgas Darat ini, presiden juga meminta penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan dengan tegas tanpa kompromi dan pandang bulu. Dimana penegasan ini sebagai bentuk memberikan efek jera pada pelaku dan tidak melakukan kembali di belakang hari. 

"Jadi ini juga merupakan intruksi dari presiden yang tujuannya sebagai bentuk efek jera pada pelaku agar tidak berani lagi berbuat kembali," tuturnya berharap apa yang disampaikan ini bisa dipahami dan dimengerti oleh semua personil. dre