Warga Rebutan Bawang Merah yang Digilas Ekskavator


riaupotenza.com
BEREBUT BAWANG MERAH : Tampak warga berani berebut bawang merah ilegal yang hendak dimusnahkan di TPA Jalan Bantan, Selasa (7/7/2020).(sukardi)

BENGKALIS(Riaupotenza.com) — Ditengah proses pemusnahan barang bukti bawang merah hasil pengungkapan KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Jalan Bantan, Desa Bantan Tua, Selasa (7/7/2020). Suasana terlihat sedikit berbeda dari kegiatan seremonial pemusnahan, yang pernah dilaksanakan terdahulu.

Pasalnya, hampir puluhan warga terlihat hadir lebih awal dari penegak hukum, baik bea cukai, kepolisian, kejaksaan serta TNI. Warga berbaris ditepi bawang merah ilegal, yang hendak dimusnahkan dengan menggunakan alat berat.

Warga tersebut tampaknya tidak perduli dengan hadirnya kepolisian, TNI serta penegak hukum lainnya. Mereka berupaya menunggu operator alat berat diperintahkan, untuk menggiling ribuan karung bawang-bawang itu. Ada ibu-ibu yang membawa anaknya, bahkan seorang ayah dengan pakaian lusuh berusaha mendekati bawang sitaan Bea cukai tersebut.

Ketika kegiatan pemusnahan akan dimulai. Warga merapat dan bersiap-siap. Deru mesin Ekskavator yang menggilas di tengah cuaca sedikit mendung, tak mereka hiraukan. Mereka justru berani maju mengambil satu sampai tiga karung bawang merah, yang akan dimusnahkan.

Mereka saling berebut. Tanpa memikirkan resiko, akibat alat berat yang maju mundur menggilas bawang-bawang merah itu. Seorang ibu renta tampak merebut bawang merah yang sudah tergilas alat berat. Ditengah keramaian warga lainnya, mereka mengumpulkannya.

“Ambil bawangnya, ini dia masih bagus,”seru salah seorang ibu yang ada dilokasi sambil menggendong anaknya.

Aksi tersebut tidak hanya dilakukan kaum ibu, tapi juga anak-anak yang bermukim disekitar TPA Jalan Bantan. Seorang pria sempat bertanya kepada salah seorang Advokat Bengkalis. Pertanyaannya sangat memilukan hati. Apakah bawang merah ini tidak boleh kami makan pak? Tanya salah seorang pria tua yang hadir disela-sela kegiatan pemusnahan.

“Ya pak hati-hati saja mengambilnya. Ambil yang ditepi saja, tidak usah yang digilas alat berat,”ujar Masrory Yunas dengan nada lembut.

Dilokasi pemusnahan bawang merah hasil tangkapan Bea cukai, terlihat puluhan warga dengan latar belakang yang hampir sama, ditengah kondisi ekonomi sulit dan pasca dilanda wabah Covid-19.  Ditengah kondisi new normal, warga tersebut berjuang untuk hidup dan mendapatkan satu sampai tiga karung bawang, yang aromanya sudah mulai membusuk.

Barang bukti yang dimusnahkan, merupakan hasil penindakan Jumat 15 Mei 2020 lalu. Dimana Tim Kapal Patroli Bea dan Cukai BC 069 dar KPPBC Bengkalis dibantu dengan TNI melakukan penegahan di perairan sungai Bukit Batu.

Untuk pengungkapan kali ini, sambung Ony, KPPBC Bengkalis menetapkan Z bin K sebagai tersangka dalam bawang merah ilegal ini.

Ia menambahkan, pemusanahan 1.155 karung bawang merah ilegal ini telah mendapat penetapan hukum dan pemusnahan dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis melalui surat penetapan pemusnahan Nomor : 6/Sit/Pen.Pid/2020/PN. Bls tanggal 30 Juni 2020.

“Ini pemusnahan sudah menjadi penetapan dari pengadilan negeri. Dan ini merupakan upaya memberikan efek jera, agar penyelundupan bawang ini tidak lagi terjadi di wilayah perairan Kabupaten Bengkalis. Solusinya ada, kalau mau masuk ya harus resmi, sebab proses penegahan ini juga luar biasa, mulai dari penindakan, penyidikan sampai penetapan pengadilan. Kuncinya legal itu mudah,”kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Bengkalis Ony Ipmawan.

Ony Ipmawan berharap dengan kondisi yang memprihatinkan hari ini, hendaknya masyarakat tidak lagi berupaya melakukan tindakan, yang melanggar hukum atau ilegal. Sebab, jika terus terjadi, maka pemerintah akan disibukkan dengan hal-hal ini, bahkan menjadi beban nantinya.

“Harapan kedepan, jangan lagi ada penyelundupan bawang merah dan barang-barang ilegal lainnya. Jika ingin dilakukan, lakukan secara legal tentunya cara legal dengan melengkapi segala dokumen sesuai dengan peraturan perundang-undangan,”ujarnya lagi.

Disinggung pemusanahan bawang merah ilegal yang dinilai tidak efektif dimasyarakat. Ony mengatakan, pemusnahan bawang merah ilegal ini merupakan tindakan hukum, yang sejatinya wajib dilaksanakan. Sebab, pemusanahan dilakukan atas dasar penetapan dari pengadilan.

“Ini merupakan penetapan pengadilan, kami ikuti putusan hukum ini, karena kami tidak berkuasa. Pada prinsipinya kita mengikuti penetapan dari pengadilan,”tutupnya.kar