Sidang Amril Mukminin

Saksi Sebut Indra Gunawan Terima Uang Ketuk Palu


riaupotenza.com
Suasana sidang terdakwa Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (2/7/2020).

PEKANBARU (Riaupotenza.com) - Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan disebut-sebut menerima uang ketuk palu dari pengesahan anggaran enam proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis. Tak hanya itu, semua anggota DPRD Bengkalis saat itu juga menerima uang ketuk palu yang jumlahnya bervariasi.

Hal ini terungkap dalam sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi terdakwa Bupati Bengkalis non aktif, Amril Mukminin dengan agenda pemeriksaan saksi pada sidang yang digelar secara video conference di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (2/7/2020).

Dalam sidang itu majelis hakim diketuai Lilin Herlina SH. Adapun saksi yang dihadirkan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi ada tiga, yakni Firzal Firdhail mantan anggota DPRD Bengkalis dari fraksi Golkar, H Rahman Jantan, mantan anggota DPRD Bengkalis fraksi gabungan dari PBB dan Jamal Abdillah, mantan Ketua DPRD Bengkalis dari PKS.

Menurut Firzal, saat itu dirinya menjabat Ketua Fraksi Golkar yang ditugaskan di Komisi II. Namun, saat proyek Jalan Sei Pakning Duri dianggarkan, sama sekali tidak ada dibahas di komisi II, melainkan langsung ke Banggar.

Meski demikian, saat ketuk palu, saksi mengaku dapat uang sebesar Rp50 juta dari Jamal Abdillah (ketua DPRD Bengkalis saat itu). Selain dirinya, terdakwa Amril Mukminin dan Indra Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Riau juga menerima.

''Saya terima uang yang sudah dibungkus-bungkus, ada tiga bungkus. Satu untuk terdakwa Amril, saya untuk saya dan satu lagi untuk Indra Gunawan . Sementara uang terdakwa Amril diterimanya di Hotel Furaya,'' kata saksi menjelaskan ketika ditanya jaksa.

Keterangan saksi Irzabul ini dikuatkan kesaksian Jamal Abdillah. Menurut mantan ketua DPRD Bengkalis ini semua anggota DPRD dapat bagian. Rata-rata limapuluhan juta.

''Uang suap dari pengesahan 6 proyek multiyears di Bengkalis. Uang saya terima sebesar Rp2 Miliar dari orang Ribut Santoso, orang kepercayaan Herliyan Saleh (bupati Bengkalis-red),'' kata Jamal dipersidangan.

Menurut Jamal lagi, uang ketuk palu yang diberikan pada anggota dewan,  jumlahnya bervariasi. Ada yang Rp30 juta, ada Rp50 juta dan ada Rp100 juta.

''Kalau yang Rp100 juta untuk pimpinan anggota dewan,'' katanya.

Ketika ditanya jaksa, terdakwa Amril mendapat berapa uang ketuk palunya.  Jamal menjawab, kalau terdakwa Amril mendapat Rp100 juta. ''Beda, karena terdakwa Amril banyak membantu saya,'' kata Jamal lagi.

Sementara saksi Abdurahman Atan, mantan anggota DPRD Bengkalis menjelaskan, proyek dianggarkan tahun jamak. Dalam proyek Jalan Sungai Pakning itu baru berjalan sekitar tahun 2015. jun