Eks Napi Berulah, Ramai-Ramai Warga Serahkan ke Dinsos Bengkalis


riaupotenza.com
EKS NARAPIDANA : Seorang eks narapidana Lapas Kelas II A Bengkalis, berulah. Sehingga warga ramai-ramai menyerahkan eks narapidana bernama Andre Sahabat Samosir (30) ke Dinas Sosial Bengkalis, Selasa (30/6/2020) malam.(sukardi)

BENGKALIS(Riaupotenza.com) — Seorang eks narapidana Lapas Kelas II A Bengkalis, yang dinyatakan bebas murni sebulan lalu, mengejutkan warga Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis. Pasalnya, eks narapidana bernama Andre Sahabat Samosir (30) didapati warga sedang menggangu warga yang melintas di Jalan Bantan, Selasa (30/6/2020) petang kemarin.

Eks narapidana dalam kasus perbuatana asusila terhadap anak dibawah umur ini, didapati warga juga sering menggangu anak-anak kecil, yang melintas di jalan. Saat diamankan warga, Eks narapidana ini juga berulah dan sering membawa pisau serta jarum suntik, untuk menakut-nakuti warga.

Sehingga, masyarakat bersama perangkat desa menyerahkan Andre Sahabat Samosir ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis, untuk diambil tindakan kongkrit agar masyarakat tidak resah.

Secara beramai-ramai, warga menyerahkan Andre Sabahat Samosir ke kantor Dinsos, Selasa (30/6/2020) malam. Penyerahan Eks Narapidana berulah itu, turut didampingi petugas Satpol PP Bengkalis dan selanjutnya dibawa ke gedung LBK Jalan Pramuka Bengkalis, untuk inapkan sementara.

Eks Narapidana dengan identitas bernama Andre Sahabat Samosir ini merupakan warga Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Dari cara bicara Eks Narapidana ini, sepertinya telah mengalami depresi diakibatkan, tak satupun ada keluarganya yang ada di Bengkalis. Kemudian, pasca bebas murni, Andre Sahabat Samosir dibiarkan tanpa ada tanggungjawab lainnya dari pihak Lapas Kelas II A Bengkalis.

“Eks Narapidana ini di dalam lapas tidak pernah usil. Tapi, selama di Lapas sering makan sampah. Cerita dari rekan satu kamar di Lapas, Eks Napi ini mengalami sedikit gangguan kejiawaan, pasca memakan makanan pemberian pacarnya,”ujar salah seorang staf Lapas Kelas II A Bengkalis yang malam itu berada dikantor Dinsos Bengkalis.

Penyerahan Eks napi dari warga ke Dinsos tersebut, diterima oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Bambang Siswanto. Untuk memastikan, apakah Eks Napi ini mengalami gangguan kejiwaan, pihaknya meminta agar Lapas Kelas II A Bengkalis, turut membantu untuk mencari jalan keluar atas kondisi eks narapidana ini.

“Kita akan coba koordinasi dengan Kepala Lapas Bengkalis. Sebab, eks napi ini baru bebas murni sekitar sebulan lalu dan dibiarkan berkeliaran di Pulau Bengkalis. Kita juga akan minta dokumen terkait bebas murninya eks napi ini, dan akan mencari tahu keberadaan keluarganya,”ungkapnya tadi malam.kar