Waw! Bakal Ada Tersangka Baru 'Dikasus' Bupati Non Aktif Bengkalis


riaupotenza.com
Ilustrasi. Net

BENGKALIS (Riaupotenza.com) - Kasus dugaan suap pembangunan proyek jalan di Kabupaten Bengkalis, dengan terdakwa Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin bakal ada babak baru. Sebab, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalkan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus suap tersebut.

"Apabila dari fakta-fakta di persidangan nantinya ditemukan adanya setidaknya dua bukti permulaan yang cukup maka KPK tak segan menetapkan pihak-pihak lain tersebut sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (30/6/2020) sebagaimana dilansir Antara.

Menurutnya, fakta persidangan dan kesaksian saksi-saksi dan terdakwa Amril selama menjalani proses sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru akan menjadi penentunya.

"Saksi-saksi yang akan dihadirkan JPU di persidangan perkara tersebut tentu dengan melihat kebutuhan pembuktian terhadap dakwaan Amril Mukminin. Mengenai dugaan adanya keterlibatan pihak-pihak lain, nanti kita lihat persidangan yang terbuka untuk umum tersebut," kata dia.

Dalam perkara dugaan korupsi Amril Mukminin, KPK diketahui turut memeriksa sejumlah saksi. Yang paling menyorot perhatian adalah dipanggilnya Ketua DPRD Provinsi Riau, Indra Gunawan alias Eet alias Engah. Politisi kawakan Golkar itu yang kini tengah bersiap-siap maju dalam Pilkada Bengkalis, diketahui telah beberapa kali dipanggil sebagai saksi dalam perkara yang menyeret Amril Mukminin.

Ketika ditanya terkait kemungkinan Eet juga terseret dalam kasus yang sama, Ali mengatakan hal itu juga tergantung dari keterangan Amril dan para saksi di muka persidangan.

"Karena perkara ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, nanti kita semua ikuti proses persidangannya ya," tuturnya.

Sebelumnya PN Tipikor Pekanbaru sudah menggelar sidang perdana perkara dugaan suap proyek jalan di Kabupaten Bengkalis dengan terdakwa Bupati non aktif Amril Mukminin secara daring, Jumat (26/6) pekan lalu. Dalam dakwaan jaksa, terdakwa Amril menerima suap yang diterimanya melalui rekening istrinya Kasmarni. rpz