Ketua DPRD Tampung Aspirasi Pemangku Adat Kuansing


riaupotenza.com
Ketua DPRD Kuansing Andi Putra SH MH bersama Datuak Panglimo Dalam Suhardiman Ambi foto bersama dengan para pemangku adat dan ninik mamak Kenegerian Koto Rajo, KHS.

KUANSING (Riaupotenza.com) - Ketua DPRD Kuansing Andi Putra SH MH bersilaturrahmi dengan para pemangku adat dan ninik mamak Kenegerian Koto Rajo se-Kecamatan Kuantan Hilir Seberang (KHS) di Desa Teratak Jering, KHS, Ahad (28/6) kemarin. 

Ketua Andi Putra yang hadir bersama Pemuka Masyarakat Kuansing Drs H Suhardiman Ambi Ak MM berdialog seraya menampung setiap aspirasi pemangku adat dan ninik mamak.

Seorang perwakilan adat Kenegerian Koto Rajo, Pangulu Suku Melayu Datuak Harmidi menyampaikan saat ini ia merasakan bagaimana fungsi para ninik mamak di kampung-kampung. Memang setiap ada persoalan cucu kemenakan, tidak terlepas dari ninik mamak. 

"Makanya ke depan, kami berharap ada lah perhatian pemerintah terhadap kami," katanya.

Karena hingga saat ini, para pemangku adat dan ninik mamak hanya sebatas memenuhi undangan para pejabat saat ada acara. Namun ketika terjadi persoalan di kampung, kata Harmidi, yang terdepan menyelesaikannya adalah ninik mamak.

"Ini yang kami alami. Dan kepada Pak Andi Putra dan Datuk Suhardiman Ambi, kami berharap aspirasi ini bisa diakomodir dan direalisasikan nantinya. Itu harapan kami pemangku adat dan ninik mamak," harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Andi Putra menanggapi sekaligus memotivasi para pemangku adat dan ninik mamak, khususnya di Koto Rajo dan di kenegerian lain di Kuansing untuk tidak pernah lelah mengurusi persoalan anak cucu kemenakan meski saat ini tidak dibarengi dengan perhatian dari pemerintah.

Ke depan, Andi Putra menegaskan komitmennya dalam memperhatikan kesejahteraan para pemangku adat dan ninik mamak di Kuansing jika diberi amanah memimpin negeri ini yang telah dituangkannya dalam visi misi dan program.

"Orang adat dan ninik mamak tidak ada dapat apa-apa. Hanya ikhlas saja demi anak cucu kemenakan. Ini nanti akan kita perhatikan kesejahteraannya," kata Andi.

Senada dengan itu, Pemuka Masyarakat Kuansing Suhardiman Amby yang juga orang adat dengan gelar Datuak Panglimo Dalam mengakui, kalau saat ini para pemangku adat dan ninik mamak selalu diabaikan. Tanpa ada perhatian dari pemerintahan sekarang.

"Maka, selaku orang adat. Kami punya komitmen untuk memperhatikan kesejahteraannya. Kita fungsikan kembali tungku tigo sajarangan dan tali bapilin tigo. Ini tujuannya untuk mengembalikan Kuansing sebagai negeri bermarwah," ujar Suhardiman.

Sebelumnya, Suhardiman Ambi juga menampung aspirasi dari pemangku adat yang ada di Inuman, Cerenti, Logas Tanah Darat. Dan menyusul, pemangku adat di kecamatan lainnya.

"Nanti kita buat perdanya. Kita beri mereka honor setara BPD agar mereka maksimal mengurusi cucu kemenakannya," jelasnya lagi. cil