106 Warga Lenggadai Hulu Terima Bantuan Sosial Tunai DD


riaupotenza.com

RIMBAMELINTANG (Riaupotenza.com) - Setelah merampungkan data penerima bantuan sesuai kriteria, akhirnya Jumat (26/6) pagi kemarin sebanyak 106 orang warga Kepenghuluan Lenggadai Hulu menerima bantuan sosial tunai (BST) atau Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Dipaparkan Datuk Penghulu Lenggadai Hulu Sugeng Eko Santoso, bahwa pihaknya telah sejak lama melakukan pendataan. Agar tidak terjadi penerima ganda dari bantuan pemerintah lainnya, pendataan penerima BLT DD mulai dari tingkat RT dan dimusyawarahkan di tingkat Dusun hingga finalisasinya ke tingkat Kepenghuluan dilakukan musyawarah desa bersama BPKep, LPM, kadus dan Kaur.

Lanjut Sugeng, penyerahan bantuan BLT DD ini ditinjau dari kriteria sesuai aturan pemerintah. Penyerahan juga didampingi langsung oleh seluruh kadus, BPKep, pendamping desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Lenggadai Hulu. Untuk Kepenghuluan Lenggadai Hulu hari inimembagikan dua bulan untuk bulan April dan Mei. Sedangkan untuk bulan Juni masih menunggu pencairan dana sebesar 15 persen lagi.

"Alhamdulillah, kita sudah serahkan ke masyarakat yang berhak menerima sesuai data yang telah sempurna berdasarkan hasil seleksi dan musyawarah bersama. Kita bagikan sekaligus dua bulan, April dan Mei," kata Sugeng.

Sugeng mengaku, pembagian BLT DD ini terlambat dilaksanakan dari desa-desa lainnya. Pasalnya, untuk pencairan tahap pertama dana ADD Lenggadai Hulu sudah dilakukan pada bulan Februari lalu, jauh sebelum adanya wabah Covid-19 ini. "Ya, kita agak terlambat karena kemarin dana tahap pertama kita duluan pencairan di bulan Februari karena waktu itu belum ada Covid-19 ini," ujarnya.

Ia bersyukur, untuk masyarakat Lenggadai Hulu sendiri sudah menerima Bansos Kemensos 139 orang, PKH dan BPNT sebanyak 127 orang dan 275 orang untuk BLT Provinsi yang dalam waktu dekat akan disalurkan. 

"Ekonomi masyarakat sejak Covid-19 ini sangat merosot. Kami berharap bagi yang belum menerima bantuan ini diharapkan dapat bersabar menunggu bantuan dari BLT Provinsi," ungkapnya.

Ditambahkan Sekdes M Iskandar, adapun kegiatan yang telah dilaksanakan untuk penanganan Covid-19 diantara penyemprotan massal, pembuatan posko Covid-19, pembelian hand sanitizer, disinfektan, masker, alat semprot, APD, sosialisasi, cek posko kesehatan setiap pasar Rabu, Thermo gun, karantina mandiri dan pembelian tong air sebagai sarana cuci tangan.

Sambungnya, sejak dilanda Covid-19 ini pembangunan fisik di kepenghuluan yang biasanya setiap tahunnya 11 item tahun ini tinggal enam item, dan saat ini yang sudah terealisasi dua item. Hal ini dikarenakan fokus terhadap penanganan Covid-19. "Kita menunggu instruksi dari pemerintah daerah untuk penanganan selanjutnya, jika masih ada dana kita akan lakukan lagi untuk pencegahan," sebut Iskandar. iin