Pembayaran Boleh Dicicil

Tidak Baca Meter, 800 Pelanggan Alami Lonjakan Tagihan Listrik


riaupotenza.com

BAGANSIAPIAPI (Riaupotenza.com) - Terkait adanya lonjakan tagihan listrik dua bulan terakhir, ternyata terjadi selama pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak melakukan baca meter pelanggan. Akibatnya, 800 pelanggan se Kabupaten Rokan Hilir mengalami lonjakan tagihan listrik.

Adapun lonjakan ini terjadi mulai dari 100 persen hingga 300 persen, sehingga sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Kendati demikian, PLN tetap pada teori tagihan listrik sesuai pemakaian yang tertera di setiap ID pelanggan.

"Ada yang diatas 100 persen terjadi lonjakan total 800 pelanggan, akan disurati guna membetahukan secara langsung. Dari 800 itu, 700 di Bagansiapiapi dan 100 di Bagan Batu," kata Manager PLN ULP Bagansiapiapi Sayyid Tarmizi.

Sayyid menjelaskan, dari sekian ribu pelanggan PLN hanya 800 yang mengalami lonjakan dikarenakan selama dua bulan tidak dilakukan baca meter sesuai dengan instruksi dari PLN pusat. Namun demikian, sejak 26 Maret ada sebagian yang telah dilakukan baca meter, karena berhubung Covid-19 maka petugas tidak turun ke lapangan melakukan baca meter selama dua bulan, yaitu Maret dan April sebagian bulab Mei.

"Pada intinya tidak semua pelanggan mengalami lonjakan ini, ULP Bagansiapiapi hanya 700 pelanggan. Itupun tetap sesuai angka pemakaian, sehingga nominal bayar tetap," sebut Sayyid.

Untuk tagihan yang melonjak, sambungnya, ada keringanan bayar oleh PLN dengan cara boleh dicicil. Artinya, yang naik lebih dari 20 persen dapat mencicil, nominal bayar tetap namun boleh mencicil. Diatas 40 persen boleh mengajukan pencicilan ke PLN.

Sayyid berjanji, untuk bulan Juni ke depan pihaknya akan kembali melakukan baca meter sesuai protokol Covid-19. Selagi Rokan Hilir tidak sedang menerapkan PSBB atau masih zona hijau maka seterusnya petugas akan turun melakukan baca meter.

"Kami berjanji bulan ini dan seterusnya akan melakukan baca meter. Selagi masih zona hijau dan tidak PSBB maka petugas akan turun melakukan baca meter," tukasnya. iin