Nakik Karet, Petani Diterkam “Si Belang”


riaupotenza.com
Sopian (50), seorang petani getah karet RT 02/RW 01, Dusun Murni, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis diterkam Harimau, Kamis (4/6/2020) pagi.(sukardi)

BANDAR LAKSAMANA (Riaupotenza.com) — Bak kata pepatah Malang tak berbau. Peristiwa ini dialami seorang petani getah karet RT 02/RW 01, Dusun Murni, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Kamis (4/6/2020) pagi.

Sopian (55) mengalami luka cukup parah setelah diterkam Harimau buas saat sedang menakik (memotong,red) getah dikebun miliknya. Peristiwa itu terjadi pukul 07.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, Sopian harus menjalani perawatan serius di Puksemas Tenggayun.

Sontak peristiwa tersebut membuat warga geger. Pasalnya, “Si Belang” (Harimau,red) berukuran besar itu, sejak sepekan telah meresahkan warga desa setempat.  Sebab, warga disana beberapa kali menemukan jejak kaki Harimau Sumatera itu.

Bahkan dua hari lalu. Dua ekor Anjing peliharaan warga pemburu hilang, kuat dugaan turut menjadi santapan Harimau buas, yang menerkam Sopian. Sehingga dari peristiwa tersebut, pemerintah desa mengimbau kepada warga untuk tidak keluar rumah atau kekebun karet sendirian.

Menurut Kepala Desa Sepahat Muhmmad Azlan kepada media ini, peristiwa yang dialami warganya, merupakan peristiwa kedua setelah terjadi Tahun 1994 silam. 

“Peristiwa ini pernah terjadi di Tahun 1994, seorang anak gadis tewas diterkam Harimau Sumatera di desa ini. Peristiwa kedua menimpa pak Sopian ini, untungnya masyarakat cepat membantunya, saat pak supian berteriak minta tolong,” katanya.

Ia menambahkan, musibah yang dialami korban begitu dramatis. Pasalnya, korban berusaha menghindar dari kejaran Harimau dengan sebatang ranting ditangannya.

Sambil berlari memanjat pohon karet, korban berusaha melawan Harimau buas itu. Namun, saat berusaha melawan. Harimau itu tersebut melakukan perlawanan dan menerkam kaki korban, sehingga korban terjatuh dan ditarik Harimau yang nyaris memangsanya.

“Korban mengalami luka robek dibagian kaki kirin dan kanan. Kemudian paha kiri dan kanan. Korban mendapatkan perawatan di Puskemas Tenggayun. Tim medis telah membersihkan luka cakar. Kemungkinan hari ini akan dibawa ke RSUD Dumai untuk di rontgen tulang kakinya,” ujar Muhammad Azlan.

Muhammad Azlan menambahkan, atas peristiwa ini dirinya bersama masyarakat desa melakukan penggalangan dana, untuk membantu korban yang terkena musibah.

Selain itu sambungnya, pihak pemerintah desa berharap ada upaya dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk segera menyikapi peristiwa ini, sebab masyarakat turut diresahkan dengan adanya Harimau masuk ke perkampungan masyarakat.

“Tidak jauh dari perkebunan milik warga, ada hutan. Sehingga hari ini masyarakat di desa resah, akan munculnya kembali Harimau tersebut. Kita juga imbau kepada masyarakat untuk tidak pergi sendirian saat menuju ke perkebunan karet, minimal ditemani satu atau dua orang keluarganya. Kita juga sedang menunggu pihak BKSDA yang akan tiba di Sepahat untuk mengambil upaya atau tindakan,” terang Muhammad Azlan. kar