CURHAT SOAL BANTUAN COVID-19

Emak-Emak Datangi Kantor Desa Kelapapati


riaupotenza.com
CURHAT : Sembilan orang emak-emak yang bermukim di Desa Kelapapati mendatangi kantor Desa Kelapapati dan curhat soal dana bantuan Covid-19, Rabu (3/6/2020).(sukardi)

BENGKALIS (Riaupotenza.com) —  Emak-emak ini mendatangi kantor  Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis. Dengan Raut wajahnya penuh iba, salah seorang dari merekamencurahkan isi hatinya kepada perangkat desa setempat, soal Bantuan Covid-19 yang tidak pernah diterimanya.

Sebagai warga berdampak Covid-19. Emak-emak ini memberanikan diri untuk berkonsultasi dengan Kepala Desa Kelapapati Dasril. Mereka datang dengan jumlah sebanyak 9 orang dan mengaku merupakan masyarakat kurang mampu yang selayaknya menerima Bantuan Covid-19.

Emak-emak ini bermukim di Jalan Kelapapati Laut mendatangi kantor Desa, Rabu (3/6/2020). Sembilan orang ini diantaranya, empat orang warga RT 03/RW 06 yakni Syariah (46) status janda, Derlina Sari (38) pekerjaan serabutan, Nurhayati (36) serabutan.

Selanjutnya Sri Wahyuni (33) pekerjaan serabutan warga RT 03/RW 06,  Zainab (56) RT 01/RW 06 status janda. Lalu yang pekerjaan serabutan Syarifah Nuraini (50) RT 02/RW 04, Yusnidar (37) RT 02/RW 04, Siti Hawa (35) RT 02/RW 04.

Sarifah Nuraini (50 tahun) yang bermukim di Desa Kelapapati Laut, RT 04/RW 02 menuturkan, ia saat ini sangat merasakan dampak Covid-19. Ibu yang memiliki tiga anak tersebut mengatakan, sejak wabah Covid-19 suaminya yang bekerja di Batam harus kembali ke Bengkalis dan tidak ada pekerjaan tetap.

"Sedangkan saye pak penghulu, sekarang juga tak berjualan lagi di sekolah karena sekolah libur,jadi untuk makan sehari hari saja sulit, tapi Alhamdulillah kemaren untuk kupon pasar murah dapat kuponnya, jadi tujuan saya ke kantor desa ini pak, untuk meminta kejelasan soal ada atau tidaknya bantuan lain,”tutur Sarifah Nuraini.

Dari sembilan orang ini diwakili oleh lima orang ibu-ibu disambut Kepala Desa Kelapapati, Dasril, SS di kantor BPD Desa Kelapapati, lantaran Kantor Desa tersebut kini sedang dilakukan rehab. Kedatangan mereka bermaksud mempertanyakan bantuan dari desa dan pemerintah kabupaten terkait dampak covid-19, mereka mengaku tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Dari pengakuan para ibu-ibu tersebut ada yang mendapatkan kupon pasar murah yang diadakan Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis dan ada juga yang belum mendapatkan satupun bantuan bantuan yang telah diluncurkan.

Menyikapi laporan masyarakat Kepala Desa Kelapapati Kecamatan Bengkalis Dasril menjelaskan bantuan yang di kelola desa dan tidak ada berbentuk sembako, bantuan yang diberikan hanya berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang dianggarkan.

Dasril menjelaskan bahwa untuk Desa Kelapapati memang sudah menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) untuk tahap pertama sudah dibagikan untuk yang sudah terdaftar sebelumnya, dan 400 orang warga sudah dibagikan kupon pasar murah bantuan Covid-19.

"Kita sudah salurkan BLTDD dengan penerima sudah didaftarkan sebelumnya, jadi jika pemerintah meminta data baru, akan kita daftarkan bagi yang berhak,sedangkan untuk penerima kupon pasar murah yang diusulkan 400 orang juga didaftarkan untuk penerima BLT dari provinsi tapi sampai hari ini belum disalurkan,"kata Dasril.

Lebih lanjut Dasril menjelaskan, untuk dana BLTDD sudah digunakan dana desa sebesar 45% untuk 3 tahap penerimaan.

 “Jadi kita tetap imbau masyarakat yang belum termasuk dalam data penerima akan kita data ulang, apabila ada permintaan penambahan dari pemerintah akan kita usulkan," ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa sampai saat ini jumlah penduduk di desa Kelapapati lebih kurang 9000 dengan kepala keluarga (KK) 2764 orang. kar