Ini Penyebab Pacu Jalur di Narosa Tak Digelar


riaupotenza.com
Bupati Kuansing Drs H Kuansing MSi memimpin rapat bersama Forkopimda soal skenario menghadapi new normal di Kabupaten Kuantan Singingi baru-baru ini.

KUANSING (Riaupotenza.com) - Bupati Kabupaten Kuantan Singingi Drs H Mursini MSi mengaku bahwa protokol Covid-19 sulit dilakukan di iven Pacu Jalur tradisonal di tepian Narosa Kota Telukkuatan.

"Melaksanakan protokol covid-19 pada pacu jalur menurut saya sangat sulit sekali," kata Mursini saat dikonfirmasi wartawan di Kota Telukkuatan baru-baru ini.

Hal itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, bagi yang sudah terbiasa menonton pacu jalur, penonton itu bukan hanya seribu, puluhan ribu, bahkan sampai ratusan ribu.

"Setidaknya dua pertiga masyarakat Kuansing keluar menonton pacu jalur. Belum lagi tetangga kita, Kabupaten Dhamasraya dan Inhu yang masuk zona merah," katanya.

Belum lagi katanya, para pedagang. Pedagang yang biasa jualan saat iven Pacu Jalur kebanyakan dari Sumatera Barat yang masuk zona merah covid-19.

"Kita khawatir pedagang dari Sumbar yang terpapar virus membaur dengan pedagang, konsumen atau masyarakat kita. Kena kita nanti," katanya.

Oleh sebab itu, Mursini menyatakan pacu jalur 2020 ini kemungkinan tidak akan dilaksanakan. Namun hal ini akan diputuskan setelah nanti dibahas dengan Forkopimda.

Sementara hasil rapat bersama Pemkab Kuansing bersama Forkompimda dan OPD, Selasa (2/6/2020) memutuskan pacu jalur tidak dilaksanakan pada tahun 2020.

Rapat tidak hanya membahas pacu jalur, namun juga persiapan penerapan new normal di Kabupaten Kuantan Singingi di Kantor Bupati.

"Jadi dari hasil masukan berbagai pihak dalam rapat itu diputuskan pacu jalur tradisional di tepian Narosa tahun 2020 tidak dilaksanakan," kata Sekda Kuansing, Dianto Mampanini.

Alasannya pacu jalur dihadiri banyak orang tidak hanya dari Kuansing, baik penonton maupun pedagang dan tidak mungkin dapat menerapkan protokol Covid-19.

Hasil putusan ini kata Sekda, diminta dipahami dan diterima semua pihak semata-mata untuk kemaslahatan bersama. 

"Hasil rapat bersama ini akan disampaikan kepada Gubernur Riau dan Menteri Pariwisata. Karena pacu jalur menjadi agenda pariwisata nasional," katanya. cil