Langganan Putus Jika Banjir

Tolong Perhatikan Jalan Rantau Baru


riaupotenza.com
Pintu gerbang menuju Desa Rantau Baru bagai lautan yang merendam banda jalan putus total.

PELALAWAN (Riaupotenza.com) - Jarak dari ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci hanya belasan kilometer saja. Jika dipacu dengan sepedamotor, belasan menit sudah sampai di pusat kota. Tapi tidak jika Sungai Kampar meluap. Rute yang singkat menjadi panjang, karena seluruh badan jalan terendam banjir. 

Jadilah akses putus total. Begitulah yang dialamai ratusan kepala keluarga Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Kondisi ini juga sudah belasan tahun terjadi. ‘’Kalau sekarang ini bang jalan putui hampir sebulan lah. Sojak awal puaso,’’keluh Adi S kepada media ini, hari ini.

Warga asal Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci yang memilih tinggal di ibu kota Kabupaten Pelalawan dari di kampung  kelahirannya karena berbagai kesulitan. Salah satunya, akses jalan yang sering putus terendam banjir seperti saat ini. 

‘’Kalau lah putuih macam ini bang, sangat sulit warga mau keluar kampung (desa,red). Karena satu-satunya jalan menuju akses PT RAPP yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari kampong itu terendam banjir. Pakai sepedamotor dijamin tenggolam. Pakai robin (pompong kecil,red) makin jauh,’’ ungkapnya sambil menyebutkan saat ini akses jalan yang sempat putus tetap bisa dilewati kalau memang dipaksa. 

‘’Dai awal puaso bang la mulai putuih. Tapi masih bisa dilewati walaupun di paksa. Kalau awal Mei memang tak bisa dilewati kendaraan lagi,kecuali pakai robin,’’ imbuh Adi.

Kondisi jalan putus menahun ini tutur Adi sangat menyulit masyarakat. ‘’Pasti sangat menulitkan masyarakat bang.  Apolagi puaso ni, ntah warga nak jalan-jalan sore ka Kerinci mau cari takjil yang biasonyo bisa poi jam-jam tigo dan pas babuko bisa sampai ka rumah. Tapi kalau kini tak bisa harus naik robin dulu dah makan waktu pulak disitu,’’ paparnya.

Tak hanya itu sebut pria yang merupakan anak salah seorang tokoh masyarakat desa setempat yang hobi olahraga panjat tebing dan extreme ini, kesulitan lainnya yakni warga yang ingin berbelanja kebutuhan di ibu kota.

‘’Apo lagi warga yang nak balanjo harian. Angkat pulak motor dalam robin dulu. Sampai jalan RAPP bongkar lagi. Begitu jugo nak balik muat lagi,’’ ujarnya dengan logat setempat.
 
Nasib ratusan warga yang berada di bibir Sungai Kampar ini sudah sangat lama mengkhawatirkan. Terutama kondisi akses jalan yang tak kunjug diperbaiki.

‘’Selain berharap kepada Pemda atau melalui mulut anggota DPRD Pelalawan kepado siapo lagi kami berharap agar jalan ke desa kami diperhatikan. Iyo jalan ke desa akan selamat jika ditinggikan lagi dan kanal kiri kanan dirutin dibersihkan,’’ harapnya.

‘’Tak hanya untuk kemudahan warga kami bang, tapi juga untuk masyarakat lainnya. Kan sudah abang ketahui, kampong kami menjadi tujuan wisata memancing, ratusan orang dari Pelalawan hingga dari Pekanbaru datang ke desa untuk memancing. Alhamdulillah kondisi ini juga membantu warga yang punya pompong bisa disewakan. Tapi kalau terendam begini, apo kan jadi. Jadi tolong lah perbaiki jalan kami,’’ kata Adi penuh harap sambil mengatakan syukurnya untuk jalan di sekitar kampong hampir semuanya sudah dibangun jalan semenisasi.

‘’Kalau jalan dalam kampong patut kami syukuri sudah elok bang. Tak ado kendala. Yang masalah inilah jalan desa satu-satunya sekitar 3 KM cumo itu. Tapi belum jugo tersentuh hati pemegang kebijakan Pelalawan membantunya. Tak tau lagi bang, mano tau ado solusi dai bapak-bapak dewan yang Dapil 1 dalam waktu dekat,  awak..cuma berharap yang tak pasti apalagi memang tak ado dewan putra asli negeri yang memperjuang desa itu dalam rapat-rapat dewan tu do,’’ pungkasnya. amr