Besok, Forkopimda akan Tentukan Salat Ied atau Tidak


riaupotenza.com
Kakan Kemenag Pelalawan H Muhammad Rais MPdi

PELALAWAN (Riaupotenza.com) - Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H belum ditentukan oleh Pemkab Pelalawan. Apakah tetap dilaksanakan ditengah Pandemi Virus Korona atau pelaksanaannya di rumah masing-masing. Keputusan baru akan diketahui setelah rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pelalawan yang digelar, Senin (18/5/2020).

‘’Besok rapat bersama Forkopimda. In syaa Allah rapat itu akan memutuskan pelaksanaan salat Ied,’’ jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan H Muhammad Rais MPdI, Ahad (17/5/2020) menjawab media ini terkait pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan.

Catatan media ini, meski belum ada keputusan, namun Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 akan menjadi pertimbangan, karena fatwa ini berisikan tentang panduan kaifiat (tatacara) takbir dan Salat Idul Fitri saat pandemi Covid -19.

Pada intinya Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 yang telah menyebar luas itu memerinci tidak melarang secara mutlak dan tidak membolehkan secara mutlak,  tergantung kondisi daerah dan wilayah masing-masing. 

Sementara Kabupaten Pelalawan sendiri terhitung 15 Mei 2020 hingga dua pekan kedepan masih dalam status pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB yang ditetapkan pemerintah pusat ini dalam rangka memutus rantai penyebaran Virus Corona. Sampai Ahad (17/5/2020) di Kabupaten Pelalawan tercatat 8 pasien positif 4 diantaranya sembuh, 63 PDP, 5 diantaranya masih dirawat, 50 pulang dan sehat dan 8 meninggal dunia. Selain itu 373 pasien PDP yang masih dalam pemantauan,2111 selesai pemantauan dari 2484 PDP.

Apapun keputusan pemerintah melalui rapat bersama Forkopimda hendaknya dihormati. Siapa yang salat di rumah sebagai bentuk kehatian-hatian dan mengambil rukhshoh maka boleh salat di rumah.  Siapa yang salat di lapangan/masjid karena memang diperbolehkan pemerintah setempat maka boleh sholat di lapangan/masjid dengan memperhatikan protokol kesehatan yang diatur pemerintah seperti cuci tangan, memakai masker, bawa sajadah sendiri, jaga jarak aman dan lain sebagainya.  

Hanya saja masyarakat hendaknya saling menghormati pilihan  masing-masing dan tidak saling menjelekkan dan saling menghujat. Tapi mari saling mendoakan kebaikan. amr