5775 Rumah Tangga Miskin dan Terdampak Covid-19 Terima Bantuan Sembako


riaupotenza.com
Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan M.Si bersama Kapolres Meranti AKBP Taufik Lukman Nurhidayat melepas secara langsung penyaluran bantuan Bakti Sosial Polri Polres Meranti untuk warga miskin dan terdampak Covid-19 di Kepulauan Meranti, pelepasan dilakukan di Halaman Mapolres Meranti, Jumat (15/5/2020).

MERANTI (Riaupotenza.com) - Kabar gembira bagi masyarakat kurang mampu dan masyarakat mengalami tekanan ekonomi akibat terdampak Covid-19, karena mulai hari ini Pemkab. Meranti mulai menyalurkan Bantuan Sosial berupa Paket Sembako untuk 5775 KK warga miskin. Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan Paket Sembako kepada Para Camat oleh Bupati Drs H Irwan MSi dan Wakil Bupati H Said Hasyim, disaksikan Forkopimda, bertempat di Aula Kantor Bupati Meranti, Jumat (1/5/2020).

Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, Wakil Ketua DPRD Meranti, H Khalid Ali, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufik Lukman, Sekretaris Daerah Kep. Meranti Bambang Supriyanto SE M.Si, Asisten II Sekdakab Meranti Drs. Asroruddin, Kadis Sosial Meranti Agusyantor SSos MSi dan Jajaran Pejabat Eselon II, Kabag Kesra Meranti Hery Saputra SH, Kabag Humas dan Protokol Meranti Rudi MH, Camat Tebing Tinggi Rayan Pribadi dan Camat lainnya, Kades/Lurah, Tokoh Masyarakat/Agama dan lainya.

Seperti dikatakan Bupati Irwan didampingi Wabup Said Hasyim, saat ini Pemkab. Meranti mulai melakukan gerakan nyata untuk membantu masyarakat miskin dan terdampak Covid-19 di Kepulauan Meranti dengan cara memberikan bantuan Paket Sembako senilai 600 ribu rupiah.

Secara rinci bantuan Sembako tersebut berisi beras 28 Kg, Gula 3 Kg, Minyak Goreng 2 Liter, Telur 1 Papan, Mie Instant 1 Dus, Sarden 1 Kaleng.

Nantinya bantuan ini akan diberikan kepada warga miskin dan terdampak Covid-19 sesuai dengan pendataan yang telah dilakukan oleh RT/RW, Kades dan pihak Kecamatan. Namun ditegaskan Bupati bantuan ini masih bersifat flexible artinya jika masih ditemukan masyarakat miskin atau kurang mampu namun belum terdata untuk menerima bantuan dapat melapor ke Tim Gugus Tugas yang ada di Desa dan Kecamatan untuk dimasukan sebagai penerima bantuan.

"Karena kita tidak ingin ada masyatakat miskin di Meranti yang tidak dapat bantuan ditengah Pandemi Covid-19," tegas Bupati Irwan. 

Lebih jauh disampaikan Bupati, Pemkab. Meranti sangat menyadari kemungkinan adanya data warga miskin yang keliru. Misal ada masyarakat tak mampu namun tidak terdata mendapat bantuan begitu juga sebaliknya warga tergolong mampu justru mendapat bantuan. Untuk itu ditegaskan Bupati kepada Camat dan Kades untuk terus mengawasi penyaluran bantuan ini jika memang ditemukan kasus diatas maka akan dievaluasi dan bagi yang berhak namun tak terdata akan diberikan bantuan tambahan.

"Kita ingin semua masyarakat tetap memiliki kekuatan dan kemampuan pangan ditengah Pandemi Covid-19 ini, jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan makanan," ucap Bupati.

Bantuan yang diberikan oleh Pemkab. Meranti ini dikatakan Bupati merupakan bantuan untuk warga miskin yang belum tercover dalam bantuan yang berasal dari Pemerintan Pusat seperti yang selama ini berjalan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang jika ditotal sebesar 600-700 ribu rupiah/bulan.

Selanjutnya selain bantuan tersebut Pemkab. Meranti juga akan menyalurkan bantuan kedua yang berasal dari Kementrian Sosial yang telah dialokasikan untuk 6733 KK di Meranti dengan rincian 4000-an KK diambil dari Pusat Data Terpadu Kementrian Sosial dan sisanya sekitar 2500-an merupakan usulan dari Pemkab. Meranti.

"Ini sebuah program bantuan yang dikucurkan untuk membantu turunnya kemampuan ekonomi masyarakat misal para TKI yang sudah tidak bekerja lagi, serta masyarakat pekerja Non Formal yang berpendapatan rendah misal tukang becak, buruh pelabuhan, pelayan kedai kopi dan petani kecil," jelas Bupati.

Bantuan lainnya yang sudah masuk dalam program Pemerintah Pusat untuk membantu warga terdampak Covid-19 adalah bantuan kartu Pra Kerja yang diperuntukan kepada warga yang belum bekerja dan sudah tidak bekerja lagi. Sejauh ini sejak dilakukan pendaftaran di Dinas Tenaga Kerja Meranti untuk data penerima masih berproses yang pasti jumlahnya sangat signifkan.

Dan terakhir adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau sebesar 300 ribu rupiah/KK, namun menyangkut berapa besar alokasi bantuan ini diakui Bupati Irwan, Pemkab. Meranti belum mendapatkan data final.

Kemudian, dalam kesempatan itu Bupati Irwan juga memaparkan kemungkinan terjadinya pemotongan anggaran Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus oleh Pemerintah Pusat sebesar 20 persen.  Hal ini tentunya akan berdampak pada pengelolaan anggaran Pemerintah Daerah dimana akan terjadi rasionalisasi pada belanja pegawai misal Tunjangan, Perjalanan Dinas, Kegiatab Pembangunan dan lainnya. Bupati memprediksi dalam 1-2 Tahun kedepan akan terjadi perlambatan ekonomi di Indonesia tak terkecuali Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Pemulihan ekonomi kemungkinan akan terjadi pada tahun 2022 medatang," jelas Bupati.

Untuk itu, agar tidak terjadi tekanan ekonomi dimasyarakat Bupati menghimbau untuk dilakukan penghematan disegala bidang.

"Mari kita melakukan penghematan dengan mengurangi semua pengeluaran yang tidak perlu sehingga tekanan ekonomi dapat diminimalisir," ujarnya.

Terakhir Bupati Irwan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling mengawasi dan menjaga dan mengingatkan agar tidak terjadi penyebaran Virus Covid-19 di Kepulauan Meranti yang sejauh ini masih 0 kasus dan berada di Zona Hijau. 

"Mari bersaka kita saling mengingatkan untuk secara disiplin menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah. Semoga kita semua terlindungi dari Virus Covid-19," harapnya mengakhiri.

Bupati Irwan Lepas Penyaluran Bantuan Bakti Sosial Polres Meranti Untuk Warga Miskin dan Terdampak Covid-19

Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan M.Si bersama Kapolres Meranti AKBP Taufik Lukman Nurhidayat melepas secara langsung penyaluran bantuan Bakti Sosial Polri Polres Meranti untuk warga miskin dan terdampak Covid-19 di Kepulauan Meranti, pelepasan dilakukan di Halaman Mapolres Meranti, Jumat (15/5/2020) kemarin.

Kegiatan ini merupakan Bakti Sosial Polri dan Jajaran diseluruh Indonesia sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap warga miskin dan terdampak Covid-19 di Kepulauan Meranti.

Diinformasikan bantuan ini berupa beras dengan total 10 Ton, setiap warga penerima manfaat akan dijatahi 5-10 Kg beras.

Turut mendampingi Bupati, Kabag Sunda Polres Meranti AKBP. Areng, Kabid Satpol PP Meranti Masdiana, Kabid Perhubungan Meranti Azwan, Humas dan Protokol Meranti, dan Jajaran Pejabat Teras Polres Meranti.

Dari pantauan media, kegiatan ini juga bersinergi dengan pihak TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Meranti untuk bersama-sama menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak Covid-19. Terlihat puluhan petugas dengan menggunakan motor membawa 5 Kg beras menuju rumah-rumah warga terdampak Covid-19 diseluruh Polsek yang ada.

Menyikpai penyaluran bantuan itu, Bupati Kepualuan Meranti, Drs H Irwan M.Si, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian Polres Meranti yang telah mengisiasi penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin dan terdampak Covid-19. Apresiasi yang sama juga disampaikan Bupati kepada semua elemen yang telah mendukun Pemkab. Meranti dalam membantu warga miskin yang terdampak Covid-19.

"Terima kasih kepada Polri dan semua elemen yang ada di Kepulauan Meranti yang telah bersinergi membantu masyarakat yang kesusahan dan ini merupakan bukti bahwa negara hadir ditengah-tengah masyarakat," ujar Bupati Irwan.

Selain itu Bupati Irwan juga mengucapkan apresiasi kepada Jajaran Polri dan TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Meranti yang telah terlibat dalam penyaluran Sembako tersebut.

"Ayo kita tunjukan kepada masyarakat bahwa semua Elemen yang dimotori Polri bisa bersinergi dengan baik membantu masyarakat ditengah Pandemi Covid-19 saat ini," paparnya.

Selanjutnya Bupati berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 dalam mencukupi kebutuhan hidupnya karena seperti yang kita ketahui saat ini banyak masyarakat yang terpaksa berhenti bekerja dan tidak memiliki penghasilan lagi. "Semoga kegiatan ini berjalan lancar seperti aoa yang direncanakan," harapnya. Adv