Daging dan Ayam Ikut Naik

Harga Bawang Meroket, Sawit dan Karet Anjlok


riaupotenza.com

PANGKALANKERINCI (Riaupotenza.com) - Selain dikepung pandemi  Covid-19, masyarakat kelas bawah juga dihimpit ekonomi. Betapa tidak, sejumlah item kebutuhan dapur di pasaran merangkak naik. Sementara hasil produksi masyarakat berupa sawit dan karet justru anjlok.

Kamis (14/5/2020) di Pasarbaru Pangkalan Kerinci. Diantara kebutuhan dapur yang naik fantastis yakni bawang merah Jawa. ‘’Sebelumnya berkisar Rp 30 ribu/kg. tapi sekarang harganya Rp 65 ribu/kg,’’terang Anton (38) salah seorang pedagang, kemarin.

Pedagang yang mengaku omzet usahanya ikut terdampak melorot jika dibanding tahun lalu sebelum pandemi Covid-19 mengaku, jika harga bawang merah naik, tapi tidak terjadi pada bawang putih. ‘’Bawang putih yang sempat mencapai harga Rp 80 ribu/kg, tapi sekarang sekitar Rp 30 ribuan saja,’’ jelasnya.

Begitu juga harga gula pasir hanya Rp 18 ribu. Padahal sebelumnya hanya Rp 20 ribu perkg. ‘’Ikut juga turun harga cabai. Cabai merah biasanya di bulan Ramadhan begini naik tapi sekarang sekitar Rp 20 ribu/kg. sebelumnya berkisar Rp25-30 ribu/kg. turunnya harga cabai ini karena banyak rumah makan yang tidak buka. Biasanya yang konsumsi cabai ya rumah makan lah,’’ ungkapnya.

Sementara itu harga daging dan ayam potong ikut-ikutan naik seperti harga bawang merah. Harga ayam potong sempat anjlok ditengah Covid-19 berkisar Rp18-20 ribu/kg. ‘’Sejak dua hari lalu harga ayam sudah naik Rp 27 ribu/kg. jauh kali melejit,’’ kata Pak De pedagang ayam potong di Simpang Jalan Sejahtera/Jalan Pemda Pangkalan Kerinci.

‘’Harga ayam potong bisa jadi tembus angka Rp 30 ribu/kg menjelang lebaran ini,’’ tambah Izan Hendra pedagang ayam lainnya.

Harga daging di Pasarbaru Pangkalan Kerinci juga mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu. ‘’Ya naik pak, jelang puasa jadi Rp130 ribu/kg. sebelumnya hanya Rp120 ribu/kg,’’ papar Ade pedagang daging.

Dampak yang lebih parah dialami petani karet dan sawit. ‘’Ojol tak berharga saat ini, hanya Rp 5 ribu/kg. padahal kebutuhan kita semakin meningkat,’’ kata Ilham,warga Desa Padang Luas Langgam.

Begitu pula lanjut dia, harga sawit juga ikut turun. ‘’Sekarang tinggal Rp 1.000 an lah bang. Padahal awal puasa sampai Rp 1.300 per/kg. kita berharap bantuan pemerintah lah lagi. Kalau mengandalkan karet, rasa-rasa seperti malas mau menderes,’’ pungkasnya.amr