Usut Tuntas Kebakaran Lahan PT SP


riaupotenza.com
Warga melintas di lahan bekas terbakar di lahan HGU PT SP.

BANDARPETALANGAN (Riaupotenza.com) - Kebakaran lahan di dalam HGU PT Serikat Putra (PT SP) terjadi belum lama ini. Hanya saja, belum ada tindakan dari pihak terkait. Padahal, jika lahan yang terbakar milik masyarakat, hampir dipastikan sudah berdampak hukum bagi pemilik lahan. Ada kesan pembiaran, sehingga masyarakat minta perlakuan adil dari aparat terkait.

‘’Harapan kami, aparat berlaku adil dengan menindak dan mengusut tuntas kasus kebakaran lahan di dalam HGU ini,’’ kata Eka Putra SSos, Rabu (29/4/2020).

Eka Putra, politisi Partai Golkar mantan anggota DPRD Pelalawan ini menyebut lahan terbakar yang terjadi pada 9 April 2020 lalu berlokasi di Blok F30 perbatasan Desa Lubuk Raja dan Desa Air Terjun Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan.

‘’Lahan terbakar di dalam HGU PT Serikat Putra, sampai hari ini belum ada tindakan apa-apa dari aparat. Berbanding terbalik apabila masyarakat membakar untuk menanam sayur sekalipun,’’ ujarnya.

Disebutkan Eka Putra, perusahaan perkebunan sawit yang sudah bercokol sejak 32 tahun ini tidak ada program kemitraan dengan masyarakat. Padahal sudah menguasai lahan puluhan tahun dengan luas HGU nya 12.474 hektar. 

‘’Musibah Covid-19 ini belum ada bantuan apapun untuk masyarakat sekitar, yang ada malah membiarkan lahan gambutnya terbakar dan ditanami nenas. Jadi, kami warga yang berada sekitar perusahaan berharap pihak terkait bertindak tegas dengan mengusut tuntas kebakaran tersebut,’’ pungkasnya.

Pihak perusahaan sampai berita ini dirilis belum berhasil dikonfirmasi terkait kebakaran lahan terkait. amr