Jalan Desa Rantau Baru Putus


riaupotenza.com
Mobil terhenti di depan gerbang Jalan Desa Rantau Baru karena terendam banjir.

PANGKALANKERINCI (Riaupotenza.com) - Sudah hampir sepekan akses jalan menuju Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tidak bisa dilewati. Hampir semua badan jalan terendam air hingga lutut orang dewasa. Jalan ini putus disebabkan meluapnya air Sungai Kampar. 

Terputusnya satu-satunya akses jalan darat bagi warga ini menyebabkan ratusan warga setempat terisolalasi. Namun warga tetap bisa menggunakan jalur alternatif menggunakan pompong melewati jalur sungai. Namun, jarak tempuh cukup jauh. 

''Iyo bang jalan ke desa putus dah hampir sepekan. Sepetinya air makin naik. Hampir semua badan jalan terendam air,'' kata Adi S, warga setempat, Kamis (16/4/2020).

''Putus bang, banjir. Masih cito lamo bang. Alhamdulillah kampung masih aman. Jalan la tak bisa dilewati. Serba tanggung, naik mobil tak bisa naik robin (pompong, red) agak susah karena kanal samping jalan tu kurang bersih bang,'' ungkap Adi membeberkan kondisi jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer menuju kampung halamannya juga berjarak beberapa belasan kilometer saja ke pusat Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci

''Ai (air, red) masih naik bang. la lebih kurang satu minggu lah. Masalah yang tak pernah jadi perhatian serius  pemerintah kito,'' ujarnya berkesah terkait tidak seriusnya pihak terkait membangun infrastruktur jalan yang refresentatif untuk masyarakat. 

Putera kelahiran Desa Rantau Baru bawah ini mengatakan kalau saja Pemkab Pelalawan bersama pihak swasta terutama perusahaan yang ada beroperasi di wilayah desa serius memperhatikan kondisi masyarakat, jalan putus tak akan terus berulang lagi. 

''Misal saja jalan ke desa yang  sampai saat ini masih pengerasan ditinggikan lagi. Lalu parit kiri kanan ditambah kedalamannya dan rutin dibersihkan, in syaa Allah jalan ini akan aman meski Sungai Kampar meluap,'' kata Adi memberikan saran untuk kebaikan pembangunan kampung kelaihrannya. 

''Tapi sudah puluhan tahun kondisinya seperti yang kita ketahui bersama. Padahal di kampung ada ratusan KK. Selain itu bang, kampung kami juga menjadi tujuan wisata memancing. Jadi, kalau jalan elok ratusan pemancing mania datang ke kampung. Warga kito sebagai nelayan jugo terbantu karena ada yang sewa robin mereka. Tapi kalau jalan putus, tentu warga pun makin sulit. Apalagi ditengah kondisi Covid-19 kini,'' ungkap Adi. 

Meluapnya Sungai Kampar sepekan terakhir ini disebabkan intensitas curah hujan cukup tinggi baik bagian Hulu mampun hilir Sungai Kampar. amr